oleh

DPRD Minta Dinkes Tingkatkan Penyuluhan Minimalisir Campak

PADANG – Anggota Komisi IV DPRD Kota Padang, Wismar Pandjaitan mengapresiasi penurunan kasus campak di Padang. Dia meminta kepada Dinkes untuk meningkatkan kegiatan penyuluhan pada warga, supaya penyakit campak bisa bisa terus ditekan bahkan hingga zero kasus di Padang.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang, kasus campak jika dibanding tahun lalu, turun cukup drastis. Tahun 2018 terdapat 98 kasus, sementara 2019 ini, hanya tercatat 24 kasus campak.

“Kita mengapresiasi upaya Dinkes dalam menekan terjadinya kasus campak di Kota Padang. Kedepan kita harap untuk terus ditingkatkan,” kata Wismar, kemarin.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengimbau kepada warga untuk waspada terhadap gejala campak.

“Kepada warga harus cepat tanggap dalam hal ini memeriksa ke Puskesmas, jangan tunggu berhari-hari jika mengalami gejala. Ini agar tak menular nantinya dan korban tidak bertambah banyak,” ucap kader PDI-P ini.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Padang, dr Gentina mengatakan penyakit Campak penderitanya didominasi kalangan anak-anak tercatat hingga awal Oktober 2019 di Dinas Kesehatan Kota Padang.

Upaya penanganannya Dinkes melalui puskesmas memeriksa darahnya untuk diambil sampel dan dikirim ke labor, ini dalam rangka membuktikan benar Campak atau hanya Rubella dan penyakit lainnya.

Penyakit campak tersebut ciri-cirinya adalah demamnya tinggi melebihi 38 derajat celcius, ada riwayat batuk, bintik-bintik merah dikulit dan infeksi pada mata. Sementara penyakit Rubella demamnya rendah, bintik-bintik merah tidak terlihat. Penyakit campak bisa menular melalui udara.

Dia mengatakan angka tertinggi penderita penyakit campak ada di Kecamatan Koto Tangah dengan jumlah delapan, sedangkan Kecamatan Lubeg dan Bungus tidak ada penderitanya.

Untuk Kecamatan Nanggalo penderita campak sebanyak lima orang, Padang Timur satu orang, Padang Utara dua orang, Padang Selatan dua, empat di Kuranji dan dua orang di kawasan Lubuk Kilangan.

“Kita mengimbau kepada warga untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat jika mengalami demam tinggi dan gejala lainnya, supaya penyakit yang diderita bisa diketahui dan penularan pada orang lain tak terjadi nantinya,” ujarnya.

Dinkes melalui Puskesmas atau pustu lanjutnya terus memberikan penyuluhan pada warga terkait penyakit menular itu. Ini agar mereka mengetahui dan pencegahannya segera dilakukan jika ditemukan. (bambang)

Loading...

Berita Terkait