Dugaan Suap, KPK Kantongi Bukti Keterlibatan Aspri Menpora

Juru bicara KPK, Febri Diansyah (antara foto)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi bukti-bukti awal keterlibatan Miftahul Ulum selaku Asisten Pribadi (Aspri) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, dalam perkara dugaan suap terkait pengurusan dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, bukti awal keterlibatan Miftahul Ulum sudah
dituangkan dalam dakwaan dua petinggi KONI, Ending Fuad Hamidy dan Johny E Awuy ‎yang dibacakan oleh tim jaksa pada Senin (11/3).

“Kalau sudah dituangkan di dakwaan itu artinya sudah ada bukti-bukti awal yang dimiliki
oleh tim sampai kemudian itu dituangkan secara tertulis dan nanti akan diuji diproses
persidangan,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada,
Jakarta Selatan, Selasa (12/3).

Dalam dakwaan dua petinggi KONI, Miftahul Ulum disebut mempunyai peran cukup besar di perkara dugaan suap percepatan pencairan dana hibah dari pemerintah untuk KONI melalui Kemenpora. Miftahul Ulum disebut sebagai orang yang mengatur besaran fee yang harus disiapkan petinggi KONI untuk pejabat Kemenpora.

Miftahul Ulum dan Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy‎ sepakat besaran uang suap untuk
sejumlah pejabat Kemenpora sekira 15 sampai 19 persen dari total nilai bantuan dana
hibah yang diterima oleh KONI Pusat.

Selain itu, Miftahul Ulum juga disebut berperan dalam proses percepatan pencairan dana
terkait proposal dukungan KONI Pusat terkait pengawasan dan pendampingan seleksi calon
atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun kegiatan 2018.

Ulum berperan mengarahkan Ending Fuad untuk memerintahkan Sekretaris Bidang
Perencanaan dan Anggaran KONI Pusat, Suradi, mencatat nama-nama pejabat Kemenpora
yang akan mendapat dana komitmen fee.

Namun, Febri masih enggan berbicara lebih jauh soal aliran dana untuk Miftahul Ulum
dalam perkara ini. Sebab, dakwaan yang telah dibacakan oleh tim Jaksa membeberkan peran dua petinggi KONI dan pihak-pihak terlibat yang berkaitan.

“Saya kira terlalu cepat ya kalau dijawab sekarang benar atau tidak benarnya karena justru
ada dakwaan ini kami uraikan dugaan-dugaan perbuatan. mulai dari perbuatan terdakwa
dan juga peran dari pihak-pihak lain,” jelasnya‎ dikutip dari okezone. (aci)

Loading...