oleh

Dunia Digital, Perbanyak Konten Positif

PADANG – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Padang, Megri Fernando mengajak generasi muda untuk dapat memainkan peran dalam dunia digital dengan memperbanyak konten-konten yang positif.

“Mari kita memperbanyak konten-konten positif di dunia digital,” ujarnya saat dihadirkan sebagai narasumber dalam Darul Arqam Dasar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Masjid Taqwa Muhammadiyah, Padang, Sabtu (20/4).

Konten-konten positif yang dimaksud seperti konten akademis, dakwah dan konten kreatif lainnya yang dapat membuat generasi saat ini mendapatkan edukasi dan hal hal positif dalam ruang digital mereka.

Megri menyatakan, era digital sudah tidak dapat dihindarkan lagi dan telah menghapus sekat primordial daerah maupun negara. “Pertukaran informasi membanjiri dunia digital kita dengan sangat cepat. Hal ini tentu saja dapat membawa manfaat serta mudarat kepada pemuda kita di Kota Padang khususnya,” katanya dalam diskusi dengan tema “Peran Pemuda di Era Digital” itu.

Hal mudarat yang paling destruktif secara sosial diantaranya hoaks yang cepat sekali tersebar, ujaran kebencian dan derasnya arus globalisasi yang masuk melalui teknologi yang membawa budaya budaya luar yang tentunya dapat mempengaruhi norma-norma kehidupan generasi muda di daerah ini.

Sementara mudarat dari sisi sosial ekonomi adalah akan banyak berkurang lapangan kerja konvensional yang mengakibatkan ledakan pengangguran. “Menurut prediksi pakar ekonomi sektor bisnis pun tidak luput dari disruptif teknologi ini. Salah satu sektor bisnis yang akan dan mulai terganggu adalah sektor perbankan, dengan semakin banyaknya kehadiran fintech- fintech lokal maupun internasional. Para pakar memprediksi pada 2020 sektor perbankan akan berdarah darah menghadapi model bisnis fintech,” lanjut Megri.

Sedangkan sisi manfaatnya pun sangat banyak. “Arus informasi yang sangat cepat memungkinkan kita untuk bereaksi lebih cepat terhadap hal hal baru yang dikembangkan di luar negeri,” jelasnya.

Kemudian teknologi yang semakin canggih memungkinkan proses pembelajaran generasi penerus dapat lebih dinamis, dikarenakan sumber ilmu pengetahuan tidak sebatas apa yang diberikan dari guru atau pun dosen, disertai dengan banyaknya lapangan pekerjaan model baru berbasis digital yang hadir di era industri 4.0

Untuk itu di hadapan puluhan mahasiswa tersebut, ia juga mendorong para pemuda, khususnya yang tergabung dalam organisasi-organisasi kepemudaan dan komunitas-komunitas lainnya untuk dapat memperbanyak diskusi publik yg membahas narasi-narasi era digital, agar kedepannya tidak terjadi culture shock ketika dinamika di lapangan dan dunia kerja tidak sesuai dengan apa yang dipelajari di sekolah dan perguruan tinggi.

“Kita tentunya juga mendorong para pemegang kepentingan untuk dapat lebih memperhatikan lagi dan membuat regulasi-regulasi untuk melindungi generasi muda dari hal hal destruktif yang dengan sangat mudah diaksesnya di ruang digital. (arief)

News Feed