oleh

Eka Wahyu, Perempuan Pertama yang Jadi Ketua DPRD Sawahlunto

SAWAHLUNTO – Eka Wahyu menjadi perempuan pertama sebagai Ketua DPRD Kota Sawahlunto. Sejak Kota Sawahlunto berdiri 131 tahun silam, DPRD Kota Sawahlunto selalu dipimpin oleh laki-laki. Namun, dominasi itu dipatahkan dengan diamanahkannya Eka Wahyu menjadi Ketua DPRD Sawahlunto periode 2019-2024.

Eka Wahyu merupakan politisi yang membuktikan bahwa kesuksesan di politik tidak diukur dari banyaknya pundi-pundi uang. Namun, yang sangat penting adalah membangun jembatan hati lintas generasi. Hal itulah yang telah dilakukan secara terus-menerus oleh Eka Wahyu, bukan hanya saat akan Pemilu saja.

Kepada Singgalang di ruang kerjanya, Eka Wahyu mengakui, bahwa semula iapun kurang paham masalah perpolitikan. Ia baru mulai terjun ke dunia politik pada tahun 1999, belajar dari suaminya, Ismed yang merupakan mantan Wakil Walikota Sawahlunto.

“Ternyata politik itu kalau dijalankan dengan baik dan benar, asyik juga. Politik itu adalah seni,” ujarnya.

Eka merupakan Wakil Bendahara Dewan Pimpinan Kota (DPK) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Kota Sawahlunto. PKPI berhasil memperoleh suara terbanyak dalam Pemilu 2019 lalu.
Ditanya tentang membagi waktu sebagai seorang ibu, Eka menuturkan, kesempatan terbaik berkomunikasi dengan suami dan anak adalah saat di meja makan. Saat ini, ia hanya bersama putrinya Aulia Kharunnisa dan sang suami, Ismed. Sedangkan putra pertamanya, Ashidiq Ariskama Ismed tengah menempuh pendidikan di IPB Bogor.
Sebagai Ketua DPRD, Eka Wahyu pun menyatakan komitmennya untuk mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk kemajuan Kota Sawahlunto ke depan. Menurut Eka Wahyu, Sawahlunto pasca kota tambang menjadi kota Pariwisata sebagaimana Perda nomor 2 tahun 2001 sebagai kota wisata tambang yang berbudaya tahun 2020, diyakini akan semakin maju dan berkembang. Hal itu sejalan dengan ditetapkannya Sawahlunto sebagai kota warisan dunia UNESCO.
“Saya memandang Sawahlunto menjadi prioritas pengembangan Pariwisata Nasional. Untuk itu, masyarakat harus mempersiapkan diri di semua aspek. Kembangkan usaha yang ada, baik itu di bidang kerajinan maupun kuliner serta bersikap ramahlah terhadap wisatawan yang berkunjung ke Sawahlunto,” ajaknya..
Begitupun terhadap OPD, ia minta untuk selalu mengsinkronkan kegiatan guna mendukung upaya percepatan SDM dan ekonomi masyarakat sesuai potensi yang ada. (subandi)
Loading...

Berita Terkait