Ekonom Sarankan Pemerintah Waspadai Dampak Gejolak di Malaysia

×

Ekonom Sarankan Pemerintah Waspadai Dampak Gejolak di Malaysia

Bagikan berita
Ekonom Sarankan Pemerintah Waspadai Dampak Gejolak di Malaysia
Ekonom Sarankan Pemerintah Waspadai Dampak Gejolak di Malaysia

[caption id="attachment_13228" align="alignnone" width="3500"] Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berbicara kepada media saat ikut aksi protes di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur (ANTARA FOTO/REUTERS)
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berbicara kepada media saat ikut aksi protes di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur (ANTARA FOTO/REUTERS)[/caption]JAKARTA - Ekonom Anton Gunawan menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mewaspadai dampak gejolak yang terjadi di Malaysia, yang bisa saja menjalar pada stabilitas ekonomi di Tanah Air.

"Kita kan mencoba berhitung-hitung apa saja, mungkin juga enggak dilakukan karena itu juga berbeda. Bahwa mereka dalam gejolak, iya tapi apakah kita masuk ke krisis mungkin bisa saja dipicu masalah politik, sehingga dia ada yang keluar, nah yang dikhawatirkan adalah investor itu melihat beberapa kemiripan, kesamaan bukan dari sisi politik dari sisi sama-sama komoditas basisnya, kepemilikan asing di bonds cukup besar juga," kata Anton.Namun, ia yakin Indonesia masih relatif lebih baik khususnya dalam hal cadangan devisa yang di atas 107 miliar dolar AS. Sedangkan Malaysia sudah turun sampai 87 miliar dolar AS dari sebelumnya 140 miliar dolar AS.

Menurut dia, ada perimbangan antara intervensi dengan melihat posisi cadangan devisa meskipun tidak ada angka psikologis angka cadangan devisa harus di atas 100 miliar dolar AS.Oleh karena itu ia menyarankan agar pemerintah terus mendorong capital inflow terutama melalui inflasi.

"Ini supaya mereka (investor) tetap percaya bahwa Indonesia enggak akan jatuh ke dalam krisis. Yang mereka takutkan kan itu. Rupiah juga masih terkontrol walaupun masih agak melemah, tapi relatif masih agak terkontrol," katanya.Ia juga menyarankan dilakukannya deregulasi atau debirokratisasi minimal untuk aturan-aturan yang tumpang tindih terkait perdagangan dan industri agar lebih sederhana dan cepat. (*/aci)

sumber:antara

Editor : Eriandi, S.Sos
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Ganefri
Terkini