Elpiji 3 Kg Kian Langka di Batusangkar

Deretan tabung gas milik masyarakat antre menunggu penukaran tabung pada sebuah agen gas di Batusangkar. (yusnaldi)

BATUSANGKAR – Elpiji 3 kg kian langka di Batusangkar. Masyarakat kesulitan mandapatkannya untuk kebutuhan sehari-hari.

Di beberapa agen dan pengecer masyarakat harus berburu kian-kemari, karena dalam hitungan menit saja gas subsidi ini ludes.

Dari informasi masyarakat, kelangkaan telah  berlangsung sejak beberapa bulan ini sehingga saat pasokan dalam dua-empat hari datang antrian panjang tabung berjubel dalam kerumunan manusia.

“Sepertinya kondisi ini dibiarkan pemegang kebijakan, sebab kesulitan mendapatan gas ini berlangsung sekian lama,” kata Dewita warga Limo Kaum, Senin (22/10).

Untuk menghidupkan dapurnya ia harus pontang-panting menyusuri berbagai tempat di Batusangkar yang dibeli dengan harga hingga Rp28 ribu.

Di tempat, terpisah Kabid PM & ESDM Dinas PMPTSP Naker Dodi, J. Hendri mengakui kondisi itu, dan hanya berharap agar Pertamina serius menyelesaikannya. Sebab, sebelumnya telah mengusulkan adanya tambahan pasokan gas  ideal sebanyak 804.076 tabung lagi. Namun, tak ada realisasi.

Katanya, walaupun sedari  2017 sudah terealisasi gas LPG 3 kg sebanyak 4923 Matrik Ton (MT), 1 MT lebih kurang sebanyak 333 tabung, artinya 1.639.359 tabung sudah beredar di tengah masyarakat.

Menurut Dodi, kondisi ini akibat kebutuhan masyarakat sangat tinggi dan mendesak akan gas 3 kg ini, sebab hampir semua KK telah beralih menggunakan gas.

Ia menganjurkan pada masyarakat industri rumahan sebaiknya juga menggunakan gas 12 kg, 5,5 kg. (yusnaldi)

 

 

Loading...