Empat Orang Guru di Tanah Datar Terpapar Virus Corona

Kasubag Humas Setdakab Tanah Datar, Muharwan. (mus)

BATUSANGKAR, SINGGALANG – Sebanyak empat orang guru di Kabupaten Tanah Datar, Rabu (24/2) dilaporkan terpapar virus corona. Kasus konfirmasi di daerah itu kini sudah tembus angka 1.212 orang.

‘’Perkembangan data Covid-19 di Kabupaten Tanah Datar pada Rabu ini, terjadi pertambahan kasus konfirmasi positif sebanyak empat orang. Sedangkan kasus sembuh atau kembali negatif nihil,’’ kata Kasubag Humas Setdakab Tanah Datar, Muharwan.

Dijelaskan, keempat pasien baru itu sama-sama berprofesi sebagai guru, namun bertugas dan bermukim di daerah yang berbeda. Satu orang guru perempuan berusia 33 tahun warga Nagari Tanjung Bonai; guru perempuan berusia 40 tahun warga Nagari Kotobaru, guru perempuan berusia 27 tahun warga Nagari Tabek, dan seorang guru perempuan berusia 53 tahun warga Nagari Barulak.

Dengan adanya tambahan empat kasus baru tersebut, maka total kasus konfirmasi di Kabupaten Tanah Datar menjadi 1.212 orang. Sebanyak 1.071 orang di antaranya dinyatakan sudah sembuh atau kembali negatif, 40 orang meninggal dunia, selebihnya menjalani perawatan dan isolasi di berbagai tempat.

Sejauh ini, di daerah berjuluk Luak Nan Tuo itu masih tercatat suspek 19 orang, probable tiga orang, dan nihil pelaku perjalanan.

Kasus pertama Covid-19 di Tanah Datar ditemukan, ketika seorang pegawai sekretariat DPRD dinyatakan positif, pada pekan keempat Maret 2019. Puluhan orang yang menjalani kontak erat dengan sang pasien, dilakukan pengambilan sampel swab untuk diuji di laboratorium dan menjalani isolasi. Hasilnya, karib kerabat keluarga DPRD itu pun dinyatakan negatif.

Setelah itu, pada pekan keempat April dan pekan pertama Mei 2020, Tanah Datar dibuat buncah dengan munculnya klaster penularan Covid-19 dari Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, yang berawal dari seorang wanita hamil tua berinisial NS. Penularannya meluas hingga ke Kota Padang Panjang yang menjangkiti lebih dari dua puluh orang dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. RSUD Padang Panjang pun sempat ditutup untuk dilakukan sterilisasi.

Setelah itu, pada pekan kedua Agustus 2020, Tanah Datar semakin ‘buncah’ seiring dengan munculnya klaster berikutnya yang bermula dari Puskesmas Lima Kaum I. Ada belasan orang yang dinyatakan positif Covid-19. Akibatnya aktifitas di puskesmas pun dihentikan. Sejumlah kantor pun sempat menghentikan operasionalnya, karena ada karyawan yang tersangkut dengan orang-orang yang positif Covid-19 dari klaster ini.

Begitulah. Dari hari ke hari, pasien positif Covid-19 terus bertambah, sehingga kini sudah mencapai angka 1.212 orang.

Seiring dengan kebijakan nasional dan provinsi, Pemkab Tanah Datar pun melakukan berbagai upaya untuk memutus rantai penularan virus corona itu, di antaranya dengan mengetatkan penegakan aturan terkait protokol kesehatan, melakukan vaksinasi yang tahap pertama sudah hampir tuntas, dan kini memasuki tahap kedua. (musriadi)