Tak Berkategori  

Enam Pasien Diduga Terjangkit Difteri Dirawat di M Djamil

PADANG – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, sedang merawat enam pasien suspect difteri. Dengan demikian sejak awal januari hingga sekarang M Djamil sudah menangani 21 pasien suspect difteri.

“Sejak Januari hingga November kami tangani 14 pasien, sedangkan Desember ini tujuh. Dari tujuh itu satu sudah pulang, yang sedang dirawat enam,” kata dokter spesialis anak RSUP M Djamil Padang, Rinang Mariko, Selasa (19/12/2017).

Pihak rumah sakit tidak mau menyebutkan daerah asal tujuh pasien tersebut.
“Yang berwenang menyebutkan daerahnya dinas kesehatan,” kata Humas M Djamil, Gustafianof.

Dokter Rinang Mariko menyebutkan, sampel lendir dari tenggorokan enam pasien sedang diperiksa di labor.
“Kita belum bisa menyimpulkan. Hasilnya belum keluar,” ujarnya.

Dari pemeriksaan pihak rumah sakit, 50 persen lebih dari enam pasien memang tidak mendapatkan imunisasi lengkap saat masih bayi. Sebagiannya ada diimunisasi. Kini keenamnya sedang dirawat di ruang isolasi. Mereka masuk rumah sakit sejak lima hari yang lalu.

“Kondisi mereka sekarang menunjukkan perbaikan dari keadaan awal,” ujarnya.

Dari enam pasien tersebut ditemui tanda-tanda penderita virus difteri. Antara lain debu bewarna abu-abu di dinding tenggorokannya. Kemudian demam mereka tidak terlalu tinggi, tapi rata-rata merasa nyeri ketika menelan, suara serak, dan sesak nafas.

Rinang Mariko menegaskan, meski masih diduga difteri, namun daerah asal pasien tetap mendapat status kejadian luar biasa (KLB).

Rilis dinas kesehatan Sumbar beberapa waktu lalu penyebaran difteri di Sumatera Barat sejak Januari s/d November adalah 23 kasus yang tersebar pada sepuluh kabupaten/kota dengan rincian, Padang 11 kasus, Solok Selatan dua, Limapuluh Kota tiga, Pesisir Selatan satu, Padang Pariaman satu, Pasaman Barat satu, Agam
satu, Tanah Datar satu, Bukittinggi satu,  Kota Pariaman satu.

Berdasarkan hasil laboratorium dari 23 kasus ditemukan dua kasus positif, satu Solok Selatan dan satu Pasaman Barat meninggal. Dua orang kasus positif (konfirmasi) berdasarkan riwayat dan informasi dari orang tua tidak pernah mendapatkan imunisasi. 21 kasus negatif. (defil)