oleh

Fahri Hamzah Sebut Irman Gusman Adalah Korban Konspirasi

Fahri Hamzah (ist)

JAKARTA – Mantan Ketua DPD RI, Irman Gusman terpaksa menjadi penghuni Lapas Sukamiskin, Jawa Barat setelah terbukti menerima uang dari pemilik CV Semesta Berjaya.

Menurut Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, dijebloskannya senator asal Sumatra Barat itu lantaran dia merupakan sebuah korban konspirasi politik. Ia tak percaya bila Irman akan menerima suap yang jumlahnya hanya sebesar Rp100 juta.

“Pak Irman adalah korban dari konspirasi, ada pengintipan yang terus-menerus dan para pengintip mendapat kesempatan unyuk menjebak atau membuat beliau dalam situasi yang layak dijadikan tersangka,” kata Fahri dalam sambungan telepon di diskusi publik bertajuk ‘Eksaminasi Terhadap Putusan Perkara Irman Gusman’, di hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (12/2).

Irman dinilai terbukti melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Akibatnya, Irman Gusman sebelumnya divonis 4,5 tahun penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Februari 2017.

Fahri menilai perkara itu tidak layak untuk dilanjutkan, tapi karena adanya tekanan politik yang kuat akhirnya diteruskan hingga jatuhnya vonis kepada Irman. Bila itu tetap dibiarkan maka akan merusak dunia hukum di Tanah Air.

“Satu perkara yang tidak layak dilanjutkan tapi dilanjutkan. Sistem membenarkan segala cara, tujuan menghalalkan segala cara itulah yang merusak KPK dan merusak sistem hukum kita,” ujarnya mengutip dari okezone.

Ia berharap dengan adanya penerbitan buku Menyibak Kebenaran dapat menjadi tonggak perubahan dunia hukum Indonesia ke arah yang lebih baik. “Semoga hari ini menjadi momentum kesadaran kita untuk memperbaiki dunia hukum kita. Sehingga tercapainya sistem hukum yang mejamin keadilan yang seadil-adilnya,” ujarnya. (aci)

News Feed