oleh

Fakultas Teknik UNP Ciptakan Alat Tanam Jagung

SARILAMAK – Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (FT UNP) kembali menciptakan inovasi alat pertanian. Kali ini berupa alat tanam jagung sistem roda tanjak yang kemudian diserahkan kepada petani di Kenagarian Andiang, Kecamatan Suliki.

Ketua Pengabdi pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNP, Ambiyar kepada Singgalang, Senin (9/9) mengatakan, terciptanya alat ini memang berdasarkan keadaan petani jagung di Sumbar, terutama kawasan Limapuluh Kota yang masih menggunakan alat manual yang tidak saja membutuhkan banyak tenaga namun juga membutuhkan waktu yang lama dalam penanaman jagung.

“Untuk menanam jagung, petani biasanya menggunakan kayu tanjak untuk membuat lubang tanam dan selanjutnya mengisikan biji jagung ke dalamnya. Kelemahan metode ini adalah selain membutuhkan banyak tenaga metode ini juga membutuhkan waktu yang lama. Dengan alat hasil inovasi FT UNP ini pengerjaan penanaman pun bisa lebih hemat tenaga dan waktu,” kata Ambiyar.

Ia menjelaskan, biasanya dengan cara manual petani bisa menghabiskan waktu penanaman tiga hari untuk 1 hektar lahan jagung dengan delapan orang pekerja, dengan alat tanam jagung sistem roda tanjak ini mampu mengefektifkan proses penanaman jagung dengan kecepatan 5 jam per 1 hektar lahan jagung.

“Alat tanam jagung ini dibuat semi otomatis dengan daya penggerak adalah motor bensin sehingga akan memudahkan kerja petani dalam proses penanaman jagung. Mesin penanam ini juga dirancang menggunakan dua buah roda yang dilengkapi dengan tuas pembuat lubang dengan jarak yang sudah ditentukan, secara bersamaan akan dibuat nozzel yang dapat mengatur jatuhnya biji jagung ke dalam lubang tersebut,” jelas dosen Jurusan Teknik Mesin FT UNP ini.  (wahyu)

Ketua Pengabdi pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNP, Ambiyar saat menyerahkan alat tanam jagung sistem roda tanjak kepada petani di Kenagarian Andiang, Kecamatan Suliki, Agustus lalu.  (wahyu)

Loading...

Berita Terkait