oleh

Fokus Turunkan Stunting, Kemenkes Gelar Rakor Tingkat Kabupaten

PANDEGLANG – Dalam penanggulangan stunting di Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menggelar rapat koordinasi tingkat kabupaten untuk penanganan penurunan Stunting. Rakor tersebut merupakan kerjasama dengan 17 Perguruan Tinggi di Indonesia, termasuk Universitas YARSI, 25-26 Juli 2019 di Hotel Horison Altama Pandeglang.

Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu kabupaten prioritas penanggulangan stunting yang telah ditetapkan oleh Kemenkes untuk mendapat pendampingan program penurunan stunting oleh Universitas YARSI.

Rektor Universitas YARSI Prof. dr. H. Fasli Jalal, Ph.D kepada Singgalang Kamis (25/7) mengatakan, rakor merupakan awal dari rangkaian kegiatan pendampingan Universitas YARSI untuk penanganan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Pandeglang. Bertujuan menyelaraskan langkah pemerintah daerah untuk menurunkan angka stunting di daerah tersebut.

“Untuk perbaikan gizi masyarakat, khususnya mengatasi masalah stunting, telah menjadi komitmen pemerintah tingkat nasional. Terutama di daerah Kabupaten Pandeglang Banten. Stunting masalah yang kompleks, terkait dengan kemiskinan, kurang gizi, kesehatan ibu dan anak, penyakit, pendidikan, lingkungan dan sanitasi. Dalam penanggulangannya memerlukan kerja sama lintas sektor, lintas disiplin ilmu serta lintas pelaku. Untuk itu, atas rekomendasi Kementerian Kesehatan, kami siap mengirimkan tim pendamping ke Pandeglang untuk mencegah dan menanggulangi Stunting,” jelas Prof. Fasli Jalal.

Setelah rakor ini, Universitas YARSI akan menerjukan dosen dan mahasiswa dari berbagai keilmuan untuk melakukan kegiatan pendampingan di tingkat desa, kecamatan dan Kabupaten Pandenglang. Khususnya pada 10 desa lokus stunting yakni, Desa Tegalongok, Pasir Karag, Koroncong, Pakuluran, Bayumundu, Kadumaneuh, Kadugadung, Koncang, Langeunsari, dan Desa Pasirdurung.

Dalam kegiatan Pendampingan Universitas YARSI penanganan stunting di Kabupaten Pandeglang dimotori oleh Fakultas Kedokteran yang disupport oleh Fakultas Psikologi, Ekonomi dan Teknologi Informasi, dan Bagian Agama Islam.

Bupati Pandeglang menyambut baik program stunting tersebut. Bupati mengajak semua lapisan masyarakat untuk turut menggalakkan taraf hidup sehat bagi masyarakat Indonesia bebas dari stunting. Sehingga, pembangunan sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan dapat terwujud. (smn)

Berita Terkait