Gala Premiere Film Perjalanan Pertama: Drama Keluarga dengan Dialog Berisi

Satu scene Gaek Tan (Ahmad Tamimi Siregar) dan cucunya yang bernama Yahya (Muzakki Ramdhan) di Film Perjalanan Pertama karya sutradara Arief Malinmudo. (Dok/Kumparan)

PADANG – Film besutan sutradara Arief Malinmudo, Perjalanan Pertama ditayangkan dalam Gala Premiere di XXI Transmart Padang, Selasa (12/7) petang.

Seolah mencoba peruntungan seperti film panjang perdananya, Surau Silek (2017), kali ini Arief kembali menggarap cerita yang berlatar suasana Minangkabau.

Film dibuka dengan nuansa kental keasrian Minangkabau. Bagaimana anak-anak SD melintasi jalan yang kiri kanannya sawah menuju sekolah. Ada yang berjalan kaki, ada yang bersepeda.

Dialog per dialog berbahasa Indonesia para tokoh utama memulai cerita. Ada juga beberapa penggunaan bahasa Minang, tapi tidak terlalu kentara. Namun untuk tokoh-tokoh latar, terdengar menggunakan bahasa Minang.

Suasana kehidupan masyarakat Minangkabau sangat terasa di film produksi Mahakarya Picture dengan D Ayu Picture dari Malaysia ini. Set rumah dan perabotan dibuat sebagaimana layaknya rumah-rumah kebanyakan masyarakat Minang.

Menarik juga di film ini, dialog yang diucapkan para tokoh adalah dialog-dialog pendek yang berisi. Seolah terdengar layaknya petuah Minangkabau yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Tak hanya itu, sejumlah kebiasaan orang Minang juga dicoba ditampilkan Arief di film panjang ketiganya ini.

Selain pesan moral dan kehidupan, dialog dan adegan juga beberapa kali disampaikan secara satir.

Sisi keindahan alam Sumatera Barat juga ditampilkan dalam film ini. Sudut gambar pun juga berkelas. Hingga ada satu scene ketika kakek yang diperankan Dato Ahmad Tamimi Siregar, aktor senior asal Malaysia bersama cucunya yang diperankan Muzakki Ramdhan melewati tanjakan.

Film ini pun juga tergolong film serius yang tidak banyak menampilkan komedi untuk memancing tawa penonton. Kekuatannya selain pada dialog yang berisi, juga pada alur cerita yang membawa kejutan-kejutan baru dalam perjalanan para tokoh utama.

Diketahui, Perjalanan Pertama adalah film hasil kolaborasi Indonesia dan Malaysia yang digarap oleh Arief Malinmudo, selaku sutradara sekaligus penulis skenario.

Dalam penayangan Gala Premiere Film Perjalanan Pertama di Padang kemarin turut hadir beberapa pemeran utama menyapa penonton sebelum film dimulai.

Dato’ Ahmad Tamimi Siregar dalam kesempatan itu mengatakan kalau film ini sarat pesan moral dan kehidupan.

“Saya tidak bercakap panjang, semoga semuanya terjawab di layar lebar nanti, bagus tidak bagus sampaikan kepada yang tidak menonton malam ini. Film ini banyak membantu kita dalam menjalani hidup,” kata Dato’ Ahmad.

Sementara Muzakki, yang juga hadir pada kesempatan itu juga tak banyak bicara soal film.

“Aku nggak mau ngomong aja. Jangan direkam dan semoga suka,” kata Muzakki.

Muzakki diketahui aktor muda asal Indonesia yang sudah membintangi banyak film, sebut saja Gundala (2019), Preman (2021), hingga Pengabdi Setan 2: Communion (2022). Muzakki juga dikenal sebagai pengisi suara Nussa di serial dan film animasi anak-anak berjudul Nussa.

Diketahui, Film Perjalanan Pertama ini berlatar belakang cerita keluarga, hubungan cucu dan kakeknya. Naik turun hubungan mereka dikarenakan beberapa kejadian di masa lalu.

“Film ini menjadi sangat spesial bagi saya, dapat bekerjasama dengan aktor legendaris dari Malaysia, Dato’ Tamimi Siregar, dan yang satu laginya merupakan Rising star perfilman Indonesia, Muzzaki,” ujar Arief Malinmudo.

“Harapannya film ini akan mengingatkan kita, kalau kita sebagai orang tua. Kita tidak pernah bisa memilih bagian mana yang akan ditiru oleh anak cucu kita, dan kenangan dari cerita apa yang akan diingat oleh anak cucu kita nanti,” lanjut Arief.

Perjalanan Pertama berkisah tentang hubungan keluarga, khususnya antara Gaek Tan (Ahmad Tamimi Siregar) dan cucunya yang bernama Yahya (Muzakki Ramdhan).

Sepengetahuan Yahya, kakeknya adalah seorang pengrajin cincin yang bekerja di bengkel sovenir di sebuah desa kecil. Yahya sendiri adalah anak laki-laki yang cukup kritis dan punya banyak pertanyaan.

Konflik bermula ketika Tan harus mengantarkan pesanan lukisan kepada seorang pelanggan. Tan lalu memutuskan untuk melakukan perjalanan berdua dengan cucunya sambil mengendarai vespa tua yang sudah puluhan tahun tak terpakai.

Selama perjalanan, sedikit demi sedikit rahasia masa lalu keluarga mulai terungkap. Teka-teki dan pertanyaan Yahya, terutama mengenai identitas orang tuanya, perlahan-lahan terjawab lewat berbagai kejadian yang dialami.

Perjalanan pertama inilah yang akhirnya akan mengubah hidup Yahya dan Gaek Tan selamanya. Diketahui juga Film Perjalanan Pertama akan dirilis di bioskop pada 14 Juli 2022. (Wahyu Alhadi)