Tak Berkategori  

Gapki Pastikan Kebakaran Lahan Tak Terkait Megaproyek 35 Ribu Megawatt

Ilustrasi (antara foto)
Ilustrasi (antara foto)

JAKARTA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyatakan, kebakaran hutan yang terjadi di beberapa daerah tidak terkait dengan megaproyek pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt.

Ketua Bidang Agraria dan Tata Ruang Gapki Eddy Martono menuturkan, peranan industri kelapa sawit sangat minim dalam proyek listrik. Dia menjelaskan, pabrik kelapa sawit di Indonesia hanya mempunyai kurang lebih 1.000 pabrik. Dengan asumsi per pabrik akan mampu menghasilkan 1,3 mw, maka total pembangkit listrik yang tercipta hanya 1.300 mw.

“Posisi pabrik belum sampai seribu. Anggap lah seribu pabrik, mechanic capture yang terbangun 1.300 mw. Jauh sekali 35 ribu mw. Tidak ada kaitannya,” ujarnya.

Menurutnya, produksi listrik yang dihasilkan oleh industri sawit hanya mampu untuk mengaliri beberapa pabrik pengolahan dan perumahan yang berada di sekitar pabrik.

“Kalau dari listrik boiler dari turbine hanya cukup pabrik pengolahan pabrik dan beberapa perumahan sekitar pabrik. Tidak cukup listrik lalu dijual keluar,” jelas dia.

Dia mengemukakan, kebakaran yang terjadi juga bukan hanya untuk perluasan areal melainkan kebun sawit yang sudah jadi juga turut terbakar.

“Sebenarnya dalam konsesi sendiri tidak bisa dikuasai perusahaan. Banyak areal enclave di kawasan tersebut. Ada juga yang perluasannya eksisting,” tukasnya. (aci)

okezone1