oleh

Gara-gara Rp100 Ribu, Ayah Ini Tega Bakar Anak Hingga Tewas

Terdakwa Bonar tertunduk mendengar dakwaan jaksa (yuki)
Terdakwa Bonar tertunduk mendengar dakwaan jaksa (yuki)

PADANG – Bonar Ventura Sabeilai (34), warga Dusun Sirisurak, Desa Saibi Samukop, Kecamatan Siberut Tengah, Kepulauan Mentawai didakwa membakar anaknya sendiri hingga tak bernyawa di Pengadilan Negeri Padang, Senin (18/5).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Limra Mesdi mengatakan, kejadian memiriskan ini terjadi pada 22 Januari 2015 yang lalu, sekitar pukul 17.00 WIB di teras rumahnya. Pada waktu itu terdakwa sedang tidur di dalam rumahnya dibangunkan oleh anaknya, Eni Maria.

Eni memberitahukan kepada ayahnya bahwa anaknya yang lain Anna panggilan Resianna telah mengambil uang milik Herlimanto (adik terdakwa). Kemudian, terdakwa keluar dari kamar dan pergi ke teras rumahnya.

“Sesampai di teras rumah terdakwa bertemu dengan istrinya, Sartini yang saat itu sedang mengendong anaknya yang masih kecil. Bersama Sartini, ada juga Anna yang sedang duduk di teras rumah tersebut,” ujar jaksa di hadapan majelis hakim yang diketuai Asmar.

Sartini memberi tahu terdakwa, bahwa uang yang diambil Anna senilai Rp100 ribu. Terdakwa kemudian menghampiri Anna dan menanyakan perihal uang tersebut. Namun, Anna menjawab tidak tahu.

Setelah itu, terdakwa membawa Anna masuk ke dalam rumah dan kembali menanyakan masalah uang tersebut dengan suara keras sambil memarahi anaknya tersebut. “Lagi-lagi, Anna menjawab tidak tahu,’ tutur Limra

Kemudian Bonar mengambil minyak tanah dari dalam kamarnya dan menyiramkan cairan tersebut ke tubuh Anna yang saat itu sedang duduk di lantai rumah. Akibatnya, kepala dan baju Anna basah oleh minyak tanah tersebut.

“Sambil menangis, Anna berlari dari dalam rumahnya dan duduk kembali di teras. Terdakwa menghampiri Anna sambil memegang mancis dan mengarahkan benda itu ke tubuh anaknya tersebut, dan membakar bagian bawah baju yang dipakai Anna, sehingga tubuh korban juga turut terbakar.

Bonar kemudian menarik korban ke selokan di samping rumah. Setelah api di tubuh Anna padam, terdakwa mengangkat Anna ke halaman rumahnya.

Beberapa saat kemudian warga datang dan membawa Anna ke Puskesmas Pembantu Sirisurak yang tidak jauh dari rumah terdakwa, untuk mendapatkan pertolongan. Selanjutnya, Anna dibawa ke Puskesmas Saibi Samukop untuk mendapatkan perawatan dan kemudian dirujuk ke RSUD Kabupaten Kepulauan Mentawai di Tua Pejat.

Pada 23 Januari 2015, sekitar pukul 08.00 WIB, Anna dinyatakan telah meninggal.(yuki)

Loading...

Berita Terkait