Garin: Karya Anak Bangsa Punya Market untuk Mendunia

Bersama Garin Nugroho di sela-sela acara workshop seni pertunjukan yang dilaksanakan Djarum Foundation. (*)

BALI – Karya anak bangsa dalam beragam genre seni memiliki market sendiri untuk menembus pasar dunia. Untuk mendunia, seniman Tanah Air mesti membangun karakternya sendiri tanpa hanya sekadar mengadopsi karya seni yang sudah mendunia.

“Di era milenial sekarang dengan tumbuhnya peminat seni di wilayah perkotaan membuka kesempatan bagi seniman Tanah Air untuk mendunia. Untuk masuk pasar dunia itu, karakter lokal tetap dibutuhkan,” kata sutradara terkenal Tanah Air, Garin Nugroho di sela-sela kegiatan Workshop Menajemen Produksi Seni Pertunjukan yang digagas Djarum Foundation di Geoks Art Space Desa Budaya Sigapadu, Bali, Senin (12/2).

Generasi milenial menurut Garin adalah generasi yang belum banyak memahami dan tersentuh karya seni. Tapi, mereka yang berbasis di daerah perkotaan ini sangat antusias dengan kegiatan seni. “Ini realitas yang mau tak mau harus didekati,” ujar Garin.

Ada tiga arus seni yang bisa mendekati generasi milenial. Ada seni bertajuk heritage, populer, dan inovasi. Ketiga arus ini menurut Garin mestinya seiring sejalan. Untuk masuk ke pasar dunia, tinggal mengelolanya dengan baik.

Lama berkecimpung di dunia perfilman, Garin tahu persis tak gampang masuk pasar dunia. Untuk hal sederhana seperti manggung di luar negeri saja, seniman tak sepenuhnya bisa meniru cara-cara seniman dunia. Ia mencontohkan begitu hebatnya manajemen pertunjukan di Broadway yang menjadi pusat teater di Amerika. Tapi, ilmu Brodway tidak semuanya bisa diaplikasikan dalam berkesenian di Indonesia.

Seniman-seniman Tanah Air ternyata punya cara dan ilmu sendiri dalam memenej aktivitas berkeseniannya. Hal ini menurut Garin mesti dipelajari oleh seniman-seniman muda di samping mereka menemukan ilmunya sendiri.

Untuk mendorong seniman Tanah Air mendunia, Garin menggagas Ruang Kreatif. Ruang Kreatif adalah sekolah untuk para seniman membantu mereka dalam proses kreatif dan memeneg kerja seni mereka.

Djarum Foundation menggandeng Ruang Kreatif untuk membina komunitas-komunitas seni di Tanah Air. Di tahun kedua, kerjasama ini dilaksanakan dalam bentuk program Workshop Manajemen Produksi Seni Pertunjukan. Kegiatan ini berupa pelatihan, diskusi dan mentoring. Peserta adalah komunitas seni yang dipilih setelah lulus seleksi proposal seni pertunjukan. Mereka akan dibimbing oleh maestro seni Tanah Air, mendapatkan beasiswa dan kesempatan manggung di pentas Indonesia Kaya yang dihelat Djarum Foundation. Workshop dilaksanakan di empat kota. Dimulai di Bali, kemudian Malang, Kudus dan berakhir di Padang Panjang. (arizal)

Loading...