oleh

Garin Nugroho Diskusikan Film Nyai di Nan Jombang

PADANG – Film berjudul ‘Nyai’, garapan Garin Nugroho diputar di Ladang Tari Nan Jombang, Kamis (2/5) malam. Tidak saja menonton film, pada kesempatan itu juga diadakan diskusi bersama pembuatnya.

Film ‘Nyai’ ini, kata Garin, tidak diputar di bioskop sebagaimana film-film biasanya. Film ini hanya beredar di komunitas dan beberapa acara saja. Sistem yang dipakai berbagai bayar.

“Karya-karya alternatif sulit mendapat pasar, namun mereka bisa mendapatkan pendukung, penikmat dan sponsor khusus,” kata Garin.

Ia juga mengatakan, seni tradisi atau pun karya seni alternatif pun seharusnya bisa lebih mendapatkan ruang di negeri sendiri. Bukan malah memberikan ruang sebanyak-banyaknya untuk menampilkan karya dari luar negeri. Walau kondisinya demikian, tidak pula harus menyurutkan kreatifitas.

“Saya tidak pernah memikirkan kegagalan dalam berkarya. Saya hanya menanam. Nanti pasti ada yang tumbuh, ada yang mati. Makanya, menanam harus tahu tanahnya,” kata Garin.

Film Nyai, kata Garin, tidak memakai musik latar, dan para pemain hampir semuanya adalah pemain teater. Pengambilan gambar pun juga dilakukan dalam satu shoot di setiap bagiannya. Dengan kata lain, film ‘Nyai’ ini adalah karya yang menggabungkan seni pertunjukan dalam sebuah film. Ia mengatakan, dengan ditampilkannya gerakan tari, dialog yang juga diramu dengan gaya stroy telling, penonton di beberapa tempat tampak menikmati karyanya ini sperti juga sedang mendengar sandiwara radio.

Membuat sebuah film, kata Garin, juga mesti memperhatikan isu-isu penting yang menjadi bahan tentang apa yang ingin disampaikan di dalam karya. Dan karya yang Ia juga menyinggung tentang filmnya yang saat ini cukup menjadi perbincangan, yaitu film yang berjudul “Ku Cumbu Tubuh Indahmu”. Menurutnya, film itu telah memberi beban yang cukup berat. Garin sebenarnya tidak keberatan apabila ada pihak yang tidak menyukai filmnya. Hanya saja, yang ia inginkan adalah diskusi yang sehat dan membangun. Ia ingin, apabila ada pihak yang tidak setuju pada filmnya, maka orang itu telah benar-benar menontonnya. Ia juga tak ingin kritik itu hanya menjadi kegaduhan di dunia maya semata. (wahyu)

 

 

News Feed