oleh

Gelombang Pertama Pengungsi Bertolak ke Padang dengan KM Cermai

PAPUA – Sebanyak 130 pengungsi kerusuhan Wamena, Papua asal Sumatera Barat diberangkatkan ke kampung halaman, sekitar pukul 13.00 WIT, Selasa (1/10/2019). Mereka diberangkatkan dengan KM Cermai dari Pelabuhan Jayapura.

“Ini merupakan gelombang pertama yang diberangkatkan dari Jayapura,” kata Ops Korem 172/Praja Wira Yakhthi, Mayor Inf. Jhoni Nofriady yang langsung memandu proses pemberangkatan para pengungsi.

KM Cermai akan sampai di Tanjung Priok, Jakarta sekitar tujuh hari ke depan atau pada 8 Oktober 2019 mendatang. Sesampai di pelabuhan itu, selanjutnya dengan koordinasi yang dilakukan Mayor Inf Jhoni dengan sejumlah perantau Minang di Jakarta, maka para pengungsi ini melanjutkan pulang ke kampung halaman masing-masing dengan menggunakan bus.

“Jadi nanti mereka naik bus dan diantar ke kampung halaman masing-masing,” terang pria asal Lubuk Alung, Padang Pariaman ini.

Jhoni menuturkan, saat ini tercatat pengungsi asal Minangkabau yang sampai di Jayapura mencapai 500 jiwa dan yang berada di Wamena masih sangat banyak. “Para pengungsi asal Minangkabau ini kami berangkatkan dengan segera demi mengantisipasi penumpukan pengungsi di Jayapura karena yang akan dari Wamena masih sangat banyak,” katanya.

Mereka yang berangkat di gelombang pertama ini diseleksi, yaitu pria dengan fisik yang masih kuat serta perempuan yang kesehatannya memadai untuk perjalanan lama di atas kapal. “Memang ini agak tergesa, karena mengantisipasi makin banyaknya penumpukan orang di pengungsian ini,” terangnya lagi.

Dia berharap, para pengungsi sampai dengan selamat di kampung halaman masing-masing. Untuk konsumsi selama di perjalanan menurut Jhoni sudah diusahakan, termasuk bantuan dari Wakil Gubernur Sumbar, H. Nasrul Abit yang beberapa hari lalu datang langsung menyambangi para pengungsi korban kerusuhan. “Memang sekarang persediaan mulai menipis, tapi alhamdullilah kami dibantu juga warga Papua dan dari pihak gereja,” ulasnya lagi. (yuni)

Loading...

Berita Terkait