Gembong Hipnotis Diringkus di Bukittinggi, Begini Modusnya

Kapolsek Bukittinggi, Kompol Zahari Almi memperlihatkan
foto komplotan hipnotis, Kamis (12/7). (asrial gindo)

BUKITTINGGI – Dua gembong hipnotis lintas provinsi ditangkap korbannya saat beraksi di Hokki Store, Bukittinggi.

Kedua pelaku yakni Anwar (46), pria kelahiran Makasar yang berdomisi di Garut, Jawa Barat dan Swardi Suar (65), warga asal Pariaman yang berdomisili di Medan, Sumatera Utara.

Kapolsek Bukittinggi Kota Kompol Zahari Almi mengatakan, komplotan itu berjumlah lima orang yang terdiri dari empat pria dan satu wanita, namun yang baru berhasil diamankan dua orang. Sisanya kabur dengan angkutan umum.

“Pelaku ditangkap Oktawiranda sewaktu pelaku sedang mengincar calon korban, Rabu (11/7). Oktawiranda masih ingat dengan pelaku karena ia pernah menjadi korbannya. Oktawiranda berteriak sehingga menjadi pusat perhatian pengunjung,” kata Zahari, Kamis (12/7).

Dua pelaku yang berhasil ditangkap itu kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian. Menurut Azhari, selama menjalankan aksinya, pelaku sudah berhasil merampas ratusan juta rupiah dari korbannya dengan modus mengaku sebagai investor dari Malaysia, yang sedang mencari 10 ribu butir asin untuk diekspor ke Malaysia. Jika modus
itu tidak berhasil maka ia akan mengaku sebagai penjual Batu Mustika dengan logat bahasa Melayu dan Brunei.

Azhari menambahkan, korbannya tidak hanya di Sumbar melainkan dari Medan dan Riau. “Dari laporan yang kami terima pelaku beraksi di Padang pada 3 lokasi, di Jalan Arengka Pekanbaru dua lokasi dan di Bukittinggi tujuh tempat. Itu laporan yang masuk, diperkirakan masih banyak korban yang belum melapor,” ulasnya.

Ia menjelaskan, pengunjung Pasar Banto Bukittinggi kehilangan Rp175 juta, pengunjung Ramayana Rp45 juta, pengunjung Supermarket Chaniago Padang Rp48 juta dan korban di Pekanbaru Rp15 juta serta pengunjung Hokki Store Rp3 juta.

“Jadi korban ini adalah pengunjung plaza dan supermarket. Pelaku berlagak sebagai pengusaha dengan membujuk korban. Kemudian korban diajak naik mobil pelaku, selanjutnya Anwar yang ahli hipnotis menapuk badan korban akibatnya semua kemauan pelaku dituruti korban,” ulasnya. (gindo)