Tak Berkategori  

Giving Back to Sumatera Barat

Oleh Muchdian Muchlis, ST. M.Tech.Mgt/Pendiri dan Direktur Eksekutif Yayasan KATEDA

Judulnya mungkin terlalu ideal. Namun saya dengan teman teman lintas fakultas di Universitas Andalas hingga lintas universitas di Sumatera Barat, lintas disiplin ilmu dan bidang keahlian, bersepakat untuk pulang ke kampung. Kami ingin memberikan sesuatu ke nagari tacinto, Sumatera Barat.

Kadang banyak yang berfikir, giving back to community harus berupa sesuatu yang bersifat fisik, materi dan hal hal kebendaan lainnya. Bagi kami sedikit berbeda, suatu gerakan kecil yang mampu memberikan impact besar merupakan salah satu giving back to community.

Ya, kami bersepakat mendirikan sebuah wadah untuk menyalurkan semangat ingin kontribusi yang menggebu dalam diri. Sehingga seolah tak melihat lagi bahkan mengabaikan sekat-sekat bidang ilmu dan profesi.
Namanya KATEDA, singkatan dari Katua Tekno Daya. Melalui KATEDA inilah kami ingin mewujudkan tata nilai inklusif, kontributif dan amanah.
Sebagaimana yang kita ketahui, ada nilai filosofi dalam adat Minangkabau, barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang. Filosofi ini yang kami gunakan menyikapi kompleksnya permasalahan yang terjadi di masyarakat.

Ijan kito maraso santiang surang, seumpama membangun rumah, ada yang jadi tukang kayu, ada pula yang menjadi jadi tukang batu. Mereka berbagi peran dengan keahlian masing masing hingga berdirilah sebuah rumah yang diinginkan pemiliknya.
Begitulah kami memulai semuanya dengan menjadikan ruang lingkup KATEDA terdiri dari dua hal. Penerapan teknologi yang meningkatkan nilai tambah dan penguatan budaya.

Dari sekian banyaknya diskusi-diskusi yang telah kami jalankan secara internal, beberapa inisiatif dan aktivitas sudah masuk ke dalam shopping cart kami. Kami meminjam istilah berbelanja daring.

Pilihan pertama untuk kegiatan kecil namun ber-impact besar yang bakal kami lakukan adalah gerakan keluar bersih. KATEDA menginisiasi kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi kekinian soal ‘urusan belakang’. Banyak toilet di fasilitas umum, gedung pemerintah, lembaga pendidikan, rumah ibadah bahkan di rumah sakit sekalipun kurang ‘dirawat’. Banyak yang kumuh, bahkan masih menyisakan urusan belakang pengguna terdahulu.
Intervensi terhadap perilaku terkait kebersihan toilet ini kami rasa perlu dan sangat urgent. Terlebih mengingat Sumatera Barat tengah menggalakkan kunjungan ke Sumatera Barat sebagai daerah tujuan wisata. Urgensi lainnya adalah budaya, tepatnya bagaimana kita dididik dan nilai nilai yang diajarkan di rumah tentang persepsi kebersihan itu sendiri.
Kalaulah boleh me-recall cerita-cerita para guru kita di masa sekolah dulu. Guru selalu mengingatkan, kalau ingin melihat seseorang itu bersih atau tidak, silahkan masuk ke toilet atau kamar mandi orang tersebut.
Nah kalau toilet atau ‘biliak aia’ yang kita punya di rumah masing masing, sudah seharusnya menjadi kewajiban kita masing-masing untuk menjaganya. Tapi untuk toilet yang digunakan bersama, misal toilet umum, rasanya perlu pula bersama-sama kita pikirkan dan kita dudukkan bersama.

Sementara bagi instansi ataupun tempat usaha, kebersihan toiletnya bisa menjadi “another branding” bagi mereka. Kebersihan menjadi tanggung jawab tidak saja instansi atau tempat usaha sebagai pemilik toilet, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama penggunanya.
Perilaku pengguna ini pun harus jadi perhatian karena menurut penelitian salah satu faktor penentu kebersihan toilet itu adalah perilaku pengguna toilet. Di sinilah KATEDA mengambil peran dengan menggerakkan perilaku “kalua barasiah” (keluar bersih). Gerakan Keluar Bersih yang diinisiasi KATEDA ini sangat perlu kita viralkan ke depannya.

Kami yakin gerakan ini tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak. Untuk itu mari tanamkan kerja dan alek ini adalah kerja dan alek kita bersama. Ayo kita mulai dari diri kita, kita mulai dari lingkungan kita dan mari kita mulai saat ini juga.

Basamo kito memulai sesuatu yang kelihatannya kecil, namun impaknya sungguh maha dahsyat. Bersama kita sukseskan gerakan keluar bersih untuk Sumatera Barat ini. Bersama anda, KATEDA bisa. (*)