Sumbar

Gubernur Mahyeldi minta Pembangunan Landmark Lembah Harau Jangan Merusak !

×

Gubernur Mahyeldi minta Pembangunan Landmark Lembah Harau Jangan Merusak !

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah berjalan kaki menembus hutan sepanjang 11 Km meninjau jalan alternatif Malalak - Maninjau. (ist)

PADANG – Rencana pembangunan landmark di kawasan objek wisata Lembah Harau di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), disorot banyak pihak. Pembangunan tersebut rencananya akan dilakukan oleh BKSDA Sumbar.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah pun membahas masalah tersebut. Menurutnya, setiap ide atau gagasan yang baik perlu didiskusikan dengan masyarakat setempat.

“Kita berharap sesuatu yang baik disikapi bersama, sehingga jalannya sesuai yang diharapkan,” kata Mahyeldi usai meresmikan Pusat Pemberitaan (Media Centre) Pemprov Sumbar di lantai II Escape Building, Jumat (4/11).

Mahyeldi menilai, jika komunikasi berjalan dengan baik dan maksimal, tentu aksi penolakan tersebut tidak terjadi. Dia berharap seluruh pihak tanpa terkecuali, dapat membangun komunikasi yang baik di lapangan.

“Sehingga tidak salah memahami, karena tujuan yang baik dapat diterima dengan cara yang baik. Barangkali ini karena masalah cara,” katanya.

Baca Juga:  Ibunda Khairul Jasmi Berpulang ke Rahmatullah

Mahyeldi mengaku akan mempelajari hal tersebut. Sebab, kawasan Lembah Harau cukup luas. Namun yang terpenting, kata dia, mempercantik kawasan wisata alam itu harus menjaga orisinalitasnya.

“Perlu dikaji karena yang penting sekali adalah menjaga keorisinilannya. Jangan sampai merusak,” katanya.

BKSDA Sumbar Bangun Landmark Lembah Harau

Kehebohan ini berawal dari postingan sejumlah akun media sosial Instagram, salah satunya akun @ssc_padang yang mengunggah sebuah foto dengan keterangan “Balai KSDA Sumbar bangun landmark sign lembah harau sepanjang 45 meter”.

“Balai KSDA Provinsi Sumatera Barat, akan melakukan pembangunan sign raksasa setinggi 4 meter (2 tulisan) dengan panjang lebih dari 45 meter di dinding tebing kawasan Lembah Harau, Kabupaten 50 Kota,” tulis caption postingan tersebut.

Bukannya mendapatkan apresiasi, BKSDA Sumbar justru lebih banyak dihujat oleh netizen.