oleh

Gubernur se-Sumatera Sepakat Percepat Konektivitas Antarprovinsi

Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar memaparkan potensi dan kekurangan daerahnya, didampingi Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fatah dan plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat menggikuti Rakor Gubernur Se- Wilayah Sumatera di Padang, Kamis (22/11). (antara)

PADANG – Gubernur se Sumatera sepakat mendorong konektivitas antarprovinsi dapat terealisasi dengan cepat. Selain percepatan konektivitas, rapat tersebut juga membahas terkait anjloknya sejumlah harga komiditi perkebunan.

Kesepakatan itu diperoleh dari Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera yang digelar di Hotel Inna Muara, Padang, Kamis (22/11).

Membuka Rakor, Gubernur Irwan Prayitno mengatakan Sumatera strategis bagi Indonesia karena pintu gerbang perdagangan internasional. Sumatera dengan jalur Malaka merupakan jalur perdagangan internasional yang mungkin terbesar di Indonesia. Jalur itu dibangkitkan kembali untuk kemajuan Sumatera.

Namun demikian, secara data fakta masih ada sejumlah masalah yang dihadapi provins-provinsi di Sumatera. Diantaranya, ketimpangan daerah, masih ada yang tertinggal. Di Sumbar saja masih ada 3 kabupaten.

“Inilah sekelumit persoalan yang ada di Prov di Sumatera. Tentu perlu solusi, memperkuat kerjasama sektor yang ada, memperkuat inivasi masyarakat sehingga masalah tadi terjawab,” katanya.

Persoalan kolektif lain diantaranya, tol Sumatera, tol laut, kereta api. Pesawat terbang bisa juga tapi belum berhalan efektif. “Untuk tol kami sudah bicarakan dgn presiden. Di Pelanbaru sudah mulai, si Padang sedang pembebasan lahan. Ini juga perlu komitmen abtara kuta di Sumatera,”ujarnya.

Pada diskusi, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah misalnya, sangat setuju jika seluruh provinsi di Sumatera terkoneksi melalui jalur udara. Ia mengistilahkan ‘jembatan udara’. Sebab lebih efisien dari segi waktu dibanding jalur darat ataupun laut.

“Dari titik ke titik di Aceh, yang terjauh kalau melalui darat 22 jam. Itu sangat tidak efektif dan efisien. Kami di Aceh memiliki belasan bandara, sedang dibangun untuk terkoneksi setiap kabupaten/kota. Konektivitas seperti ini patut juga dilakukan menghubungkan provinsi di Sumatera,” ulasnya.

“Perjuangan pembukaan penerbangan antar provinsi harus dilakukan bersama-sama. Begitupula kemungkinan pemberian subsidi di awal pembukaan, harus ada kolaborasi,” terangnya. (yose)

Loading...

Berita Terkait