Tak Berkategori  

Gubernur Usulkan Polda Sumbar Tipe A

 

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian bersalaman  dengan tokoh masyarakat H.Basril Djabar dalam acara silaturahmi  bersama gubernur, Forkopimda Sumbar dan tokoh masyarakat Minang kabau di Hotel Mercure, Padang, Minggu (28/8) malam.(arief prata ma)
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian bersalaman dengan tokoh masyarakat H.Basril Djabar dalam acara silaturahmi 
bersama gubernur, Forkopimda Sumbar dan tokoh masyarakat Minang kabau di Hotel Mercure, Padang, Minggu (28/8) malam.(arief pratama)

PADANG – Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno Minggu (28/8) malam di  Padang mengusulkan langsung pada Kapolri untuk menaikkan tipe Polda dari B menjadi A. Bila dikabulkan, jajaran Kepolisian di  provinsi ini, akan dimpimpin jenderal bintang dua.

Dalam acara silaturahmi bersama Forkopimda dan tokoh masyarakat  Minangkabau di Hotel Mercure, Padang, Irwan menyampaikan usulan  itu kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Sebelumnya, di saat menyambut Kapolri, Irwan sudah menyampaikan juga hal dimak­sud.

Di Padang, hari ini ada acara besar yang diadakan KPK. Selain Ketua KPK dan Kapolri, hadir Ketua KPK, Jampidsus, PPATK, BPK dan  BPKP sehari penuh, Senin (29/8) di Hotel Pengeran Beach, Padang  berbicara dalam napas yang sama pemberantasan korupsi. Ratusan penegak hukum seluruh Sumbar akan mengikuti acara dimaksud.

Naik tipe Gubernur membuat surat dan secara resmi akan diserahkan hari ini kepada Kapolri. “Bersama Kapolda, Brigjen Pol Basarudin, kami membahas surat saya kepada Kapolri untuk menjadikan Tipologi Polda Sumbar menjadi tipe A dari sebelumnya tipe B,” kata Gubernur pada Singgalang, seusai acara.

Alasan yang disampaikan gubernur, antara lain, Polda Sumbartertua di Sumatera, dibentuk 21 Agustus 1945, diprakarsai empat orang perwira paling senior di Sumatera masa itu, yaitu Soelaiman Effendi, Raden Soelaiman, Kaharoeddin Dt. Rangkayo Basa dan 
Ahmadin Dt. Berbangso.

“Sumatera Barat adalah wilayah rawan bencana, seperti gempa bumi, longsor, banjir dan lain-lain,” katanya.

Alasan berikut, jumlah penduduk terus meningkat, saat ini terca­tat 5,6 juta jiwa di Sumbar dan 1,6 juta jiwa di perantauan. Selain itu, gangguan trantibmas setiap tahun selama 3 tahun terakhir cenderung meningkat, baik kualitas maupun kuantitasnya.

“Jumlah personel yang tersedia saat ini 10.671 dan sudah memadai untuk mendukung kelancaran operasional dengan 19 polres/ta,” tulis Irwan dalam suratnya.

Kapolri Tito Karnavian menyambut baik usulan gubernur itu. Meski demikian, menaikkan tipe sebuah Polda memerlukan kajian. Kapolri akan melakukan kajian mendalam, kemudian Menpan RB melakukan hal yang sama. Yang memutuskan bukan Polri, tapi Menpan RB.

“Secara pribadi suka saya, tapi harus dipelajari duku Pak Guber­nur,” katanya.(Guspa/Arief)