HeadlineOpini

Guru itu Pengubah Nasib Bangsa

×

Guru itu Pengubah Nasib Bangsa

Sebarkan artikel ini

Oleh: Indra Jaya Nauman

Indra Jaya Nauman.(ist)

Setiap tanggal 25 November kita memperingati Hari Guru Nasional berdasarkan Kepres Nomor 78 Tahun 1994.

Tanggal 25 November ini dijadikan hari guru nasional karena pada 25 November 1945 (dua bulan setelah proklamasi)  untuk  pertama kali para guru se Indonesia mengadakan kongres di Solo yang melahirkan organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Peringaan ini sangat penting dan strategis karena peran penting guru dalam mementukan masa depan bangsa.

Sebagaimana dinyatakan pada diktum Menimbang dalam Kepres Nomor 78 Tahun 1994, bahwa guru memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting  dalam pelaksanaan pembangunan nasional, khususnya dalam rangka pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. 

Jauh sebelum itu, Al-Quran, surat Ar-Ra’du, ayat 11 menyatakan , “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, suatu bangsa kecuali kaum atau bangsa itu sendiri yang mengubah nasibnya.” Suatu kaum, suatu bangsa , terdiri atas berbagai pekerjaan atau profesi. Ada yang berprofesi sebagai pejabat, politikus, dokter, arsitek, pedagang, petani, nelayan, dan guru, dan lain-lain. Dari banyak pekerjaan atau profesi itu, profesi manakah yang bisa atau bertanggung jawab mengubah nasib kaum atau bangsanya?  Who can change the nation? Jawabannya adalah g-u-r-u. Guru lah yang bertanggung jawab mengubah nasib bangsa ini. 

Baca Juga:  Mahfud MD Teladani Bung Hatta dan Konsep Dwi Tunggal

Mengapa hanya guru yang bisa mengubah nasib bangsa ini. Pertama, ada hadis yang mengatakan bahwa sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya. Itu adalah g-u-r-u. Kedua, hanya profesi guru berkaitan langsung dengan peserta didik yang merupakan komponen utama masa depan suatu bangsa. Ketiga, hanya guru yang tugas utamanya adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik  Pada hakikatnya,  mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih itu adalah mengubah perilaku, pengetahuan, dan keterampilan menuju hal yang positif dan bermanfaat. Guru mengubah nasib bangsa dengan memberikan pelayanan  pendidikan yang bermutu. 

Tentu tidak semua guru akan jadi pengubah nasib bangsa. Hanya guru-guru  yang sudah memenuhi persyaratan profesionalitas. Guru profesional adalah guru yang menjadikan pekerjaannnya sebagai sumber penghasilan kehidupan, yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan;  yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu;  yang memerlukan pendidikan profesi.

Kriteria guru profesional itu diatur melalui Undang-undang Nomor  14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, yang dipertegas melalui PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.  Di sana disebutkan bahwa guru profesional itu harus: (1)  memiliki kualifikasi akedemik minimal S1, (2) memiliki sertifikat pendidik, (3) memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. (UU nomor 14 Tahun 2005, Bab II)