oleh

Hadapi PSS Sleman, Legenda Ingin Semen Padang Bermain bak Laga Final

PADANG- Buat bangga masyarakat Minang. Ibarat laga final. Begitu inti masukan dari para mantan pemain Semen Padang untuk Irsyad Maulana cs., jelang dijamu PSS di Stadion Manguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (25/5) malam di pekan kedua Liga 1 2019.

Mumpung masih ada waktu dua hari, tim pelatih juga sudah melakukan evaluasi pasca kalah tipis 1-0 di Makassar. Seperti dikatakan coach Syafrianto Rusli (SR) kepada Singgalang, sedikitnya ada 2 pekerjaan rumah yang segera dibenahi yakni lini pertahanan (defense) dan pola serangan balik (counter attack) nan terukur.

Secara umum permainan Irsyad Maulana dan kolega saat dijamu PSM tidak jelek-jelek amat. Di babak kedua mampu juga merepotkan barisan belakang tuan rumah.

Bahkan coach SR memuji permainan timnya. Gempuran demi gempuran yang dilancarkan PSM mampu diredam bahkan bisa pula merepotkan pertahanan lawan.

Suwarno, salah seorang gelandang rancak yang pernah dimiliki Semen Padang FC sekitar era 90-an itu sepakat bila pemain memiliki semangat juang yang tinggi dalam membela tim.

“Semangat juang membela tim harus selalu ditanamkan. Buat bangga masyarakat Minang di mana saja,” kata Suwarno yang dikontak Singgalang, Rabu (22/5).

Dikatakan Aseng –sapaan Suwarno- dirinya dulu membela Semen Padang bukan semata karena uang, tapi bisa berkostum Semen Padang yang berkompetisi di Liga Indonesia, suatu kebanggaan tersendiri.

“Kami para mantan terutama yang ada di Medan ini seperti Muharman, Suryadi, dan Ahmad Sukri,  mendoakan Semen Padang kembali bisa sukses seperti dulu,” ujar Aseng yang memiliki tendangan kaki kiri mematikan itu.

Begitu pula Amir Hamzah. Mantan stoper era 90-an sepakat dengan Suwarno. “Yang pertama itu semua pemain dalam tim kompak,” kata Amir membuka ceritanya saat dihubungi Singgalang terpisah.

Kemudian untuk pemain belakang yang pertama itu saling berkomunikasi apalagi dalam pertandingan. “Saya dulu dengan Rennato (Elias) saling berbagi dan berkomunikasi jelang laga. Jika saya begini dalam melakukan intersep maka apa yang harus dilakukan Rennato dalam mengantisipasi pergerakan lawan. Intinya, harus betul-betul ngotot dalam menjaga lawan sehingga lawan tak berkutik,” kata Amir.

Diakhir masukan Amir, lini belakang harus disiplin dan jangan sampai kecolongan. Pemaian belakang setidaknya telah punya gambaran seperti apa striker lawan yang akan dimatikan pergerakannya.

“Menghadapi PSS besok ini anggap kita main partai final dan main kandang, mudah-mudahan minimal bisa raih poin,” kata Amir berharap. (dede)

News Feed