oleh

Hanura Daryatmo Sesalkan Pernyataan OSO Salahkan Wiranto

JAKARTA – Pengurus DPD Partai Hanura menyesalkan pernyataan Osman Sapta Odang (OSO) terkait gagal Partai Hanura memenuhi ambang batas parliamintary Treshold (PT) karena Wiranto. Karena pernyataan tersebut bukan hanya menodai kesucian Ramadhan namun juga karena disampaikan di depan Presiden Joko Widodo (Widodo).

“Kami menyesali pernyataan yang disampaikan OSO.  Harusnya dalam suasana ketat tata krama, itu marwahnya,” ujar Ketua Umum Partai Hanura Marsekal Madya (Purn) Daryatmo di DPP Hanura, Bambu Apus, Jakarta, Minggu (19/5/2019).

“OSO menjadi ketum partai Hanura, kan karena restu Wiranto pendiri partai dan ketum sebelumnya, dikarenakan Wiranto diangkat presiden menjadi Menkopolhukam, yang tugasnya mengkoordinasikan masalah yang berkaitan dengan politik, hukum dan keamanan,” tambah Daryatmo.

Menurutnya, seiring berjalannya waktu, Partai Hanura di bawah kepimpinan OSO bukan semakin solid, tetapi justru  terjadi perpecahan. Akibat model kepemimpinan yang mengabaikan mekanisme dan aturan partai dalam mengambil keputusan. Akibatnya, mayoritas kader militan Partai Hanura melakukan perlawanan dengan menyelenggarakan Munaslub II yang memberhentikan OSO sebagai Ketua Umum Partai Hanura.

“Untuk itu, kiranya tidaklah berlebihan juga  bila kami kader dan simpatisan Partai Hanura menuntut  Oesman Sapta Odang bertanggung jawab atas keterpurukan Partai Hanura pada Pemilu 2019,,” pungkasnya.

Seperti diketahui saat buka puasa bersama Presiden Jokowi, Rabu (15/5/2019), OSO menyebut di depan Jokowi bahwa gagal Partai Hanura memenuhi ambang batas parliamintary Treshold (PT) faktor penyebabnya karena Wiranto. (dudung)

Loading...

Berita Terkait