Tak Berkategori  

Haraimau di Pasaman Meninggal, Ini Penyebabnya

Tangkapan layar di akun Instagram generasi_pasaman diduga Harimau Sumatera minta tolong ke warga karena sakit di Padang Gelugur. (Antara/Septria Rahmat)

Tangkapan layar di akun Instagram generasi_pasaman diduga Harimau Sumatera minta tolong ke warga karena sakit di Padang Gelugur. (Antara/Septria Rahmat)

LUBUK SIKAPING – Penyebab kematian Harimau Sumatera (7-8) jenis kelamin jantan, kejadian video Harimau Sumatera tersebut sempat beredar di media sosial WhatsApp (WA) hingga Instagram (IG) ternyata kondisi fisiknya yakni terdapat sakit perut dan dikemaluan mengeluarkan lendir.

“Penemuan satwa Harimau Sumatera itu pada hari Sabtu (14/8) sekitar 10.00 WIB, di Kebun Sikua Kua, Kebun coklat milik Suardi Ulu Sontang, Jorong Murni Panti Nagari Sontang Cubadak, Kecamatan Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman,” kata Kapolres Pasaman, AKBP Dedi Nur Adriansyah melalui Kasubag Humas Polres Pasaman AKP Jasmardi di Lubuk Sikaping, Minggu (15/8).

Informasi yang didapatkan dari Kepala Resor KSDA Agam Ade Putra penyebab kematian Harimau Sumatera itu adalah dalam kondisi fisiknya terdapat sakit perut dan dikemaluannya mengeluarkan lendir.

Ia menjelaskan selanjutnya dari informasi masyarakat kampung Tonga Sontang, Nagari Sontang Cubadak, bahwa Harimau yang mati tersebut adalah Hariamau kampung yang menjaga kampung masyarakat.

Untuk melakukan otopsi terhadap hewan tersebut dilakukan musyarawah yang hadir waktu itu yakni Waka Polsek Panti Iptu Ilfanus, Babinkamtibmas Nagari Sontang Cubadak Bripka Aldedi, Kepala KSDA Resor Agam Ade Putra, anggota DPRD Kabupaten Pasaman Salamat Simamora, Wali nagari Sontang Cubadak Hendra, Tokoh masyarakat Suardi dan masyarakat setempat.

Hasil musyarawah bahwa pihak KSDA ingin membawa harimau itu ke rumah sakit hewan di Padang dengan tujuan di otopsi, pihak KSDA bersedia membawa masyarakat tiga orang untuk menyaksikan autopsi tersebut.

“Ketika KSDA membawa harimau itu masyarakat tidak setuju dan telah berusaha melakukan penggalangan namun masyarakat tidak ingin Harimau itu dibawa dan menguburkan harimau tersebut ditengah-tengah perkampungan di depan rumah Saparudin,” ujarnya. (ant)