Tak Berkategori  

Harbolnas 12.12, Target Transaksi Rp9,1 Triliun

Ilustrasi. (setkab.go.id)

JAKARTA – Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang jatuh pada Sabtu 12 Desember 2020 diharapkan mampu mendongkrak daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Tak tanggung-tanggung, ditargetkan nilai transaksi dalam satu hari itu mencapai Rp9,1 triliun.

“Tahun lalu, menurut Nielsen Indonesia, transaksi Harbolnas mencapai Rp9,1 triliun dengan 51% produk lokal. Kami berharap, tahun ini setidaknya bisa mencatatkan angka yang sama, dan berharap bisa lebih besar lagi. Kembali ke tujuan utamanya Harbolnas memberikan keuntungan ke semua pihak dan sinergi kolaborasi antar pihak yang kami tekankan,” kata Ketua Umum Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) Bima kepada Okezone, Sabtu (12/12/2020).

Dia menjelaskan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberi dukungan untuk produk lokal dari kategori fesyen, kuliner, dan kriya. Konsumen akan memperoleh potongan harga Rp50 ribu per transaksi dengan minimal pembelian Rp100 ribu di beberapa marketplace yang ditunjuk.

“Sementara Bank Mandiri juga memberi dukungan potongan harga sebesar Rp75 ribu per transaksi. Untuk promo ini, syarat yang ditetapkan adalah minimal pembelian Rp150 ribu setelah promo merchant dengan menggunakan kartu kredit dan debit Mandiri. Kartu debit juga bisa digunakan ya, tidak hanya kartu kredit,” ujarnya.
Perbedaan yang paling mencolok di sini adalah banyaknya promo potongan harga langsung, bukan sekadar cash back. Sehingga manfaat promo ini bisa lebih dirasakan para konsumen. Karena program harbolnas didorong untuk memberi keuntungan ke semua pihak , baik merchant maupun konsumen yang dibantu daya belinya dengan potongan langsung .

Harbolnas tahun ini diharapkan bisa membawa dampak besar pada perbaikan roda perekonomian Indonesia di penghujung tahun. Semua dukungan di atas tidak hanya diperuntukkan bagi konsumen semata. Memang aneka promo ini semoga bisa menaikkan daya beli masyarakat karena tidak harus membeli dengan harga normal. (aci)