oleh

Hari Pertama Bhaksos HPN, 948 Pasien Berobat

Warga Mentawai tengah menjalani pemeriksaan kesehatan. (ricky)

TUA PEJAT – Hari pertama penyelenggaraan Bhakti Sosial (Bhaksos) pengobatan massal di Kabupaten Kepulauan Mentawai diikuti oleh 948 orang pasien. Jumlah tersebut hampir mencapai target yang direncanakan, yaitu 1.148 orang, sekaligus menjadi bukti betapa antusiasnya masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mentawai, Marulam, Rabu (7/2/2018) mengatakan, untuk kegiatan Baksos hari pertama, sudah ditutup, selanjutnya masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan akan dilayani pada hari kedua, Kamis (8/2).

“Jadi untuk hari ini kita sudah tutup pendaftarannya. Total ada 948 orang pasien hari ini. Masih, besok masih kita lanjutkan. Kan masih banyak warga yang belum mendapatkan pelayanan gratis ini, ada 200 lagi kalau menurut target awal. Tapi kalau melebihi target malah lebih bagus lagi,” ujar Marulam.

Kegiatan Bhaksos ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 yang diadakan di RSUD Mentawai selama dua hari, 7 dan 8 Februari yang diselenggarakan oleh Korem 032 Wirabraja Sumbar dan bekerja sama dengan Artha Graha Peduli, Buddha Tzu Chi dan Rumah Sakit Tentara (RST) Dr. Reksodiwiryo serta turut dibackup oleh Pemprov Sumbar, Pemkab Mentawai, TNI, Polri, Basarnas dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Adapun sebagai sasaran, kegiatan Bhaksos ini tak pandang bulu, asal mendaftar, tentu dilayani.

Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet mengapresiasi penyelenggaraan Baksos yang langsung menyentuh kepada masyarakat setempat. Dirinya berharap, kegiatan serupa dapat terus terselenggara di kemudian hari, sehingga upaya penyehatan masyarakat terus dapat terwujud dengan baik.

“Kita dari Pemkab Mentawai menyampaikan terima kasih banyak atas kegiatan ini. Pada HPN 2018, Gubernur, Wakil Gubernur, Korem dan Kapolda, mengarahkan kegiatan ini untuk melakukan Bhaksos kesehatan kesini. Ke depan, kita berharap hal semacam ini dapat dijadikan semacam kerja sama, tidak hanya karna ada momen tertentu,” tukas Bupati di lokasi pengobatan massal.

Regina, 52 tahun, salah seorang pasien yang terdaftar sebagai pasien nomor urut satu saat dikonfirmasi Singgalang di kediamannya, kilometer 5 Tuapejat, mengaku sangat senang dengan adanya pelayanan kesehatan gratis tersebut, tenaga medis sangat teliti mendeteksi penyakitnya.

Pengobatan massal ini juga turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Pariwisata, Arif Yahya yang didampingi oleh Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit. (Ricky)

News Feed