Tak Berkategori  

Hilang Kontak 2 Hari, Tiga Warga Mentawai Terdampar di Pantai Maguiruk

Warga Mentawai hilang kontak

TUA PEJAT – Sempat hilang kontak selama 2 hari, 3 warga di Kabupaten Kepulauan terdampar ke pantai Dusun Maguiruk, Desa Silabu, Kecamatan Pagai Utara. Ketiga survivor atas nama Arman  (35), Rido (30) dan Pasaoran (29) ditemukan ditemukan dalam keadaan selamat.

Ketiga warga itu sebelumnya sempat dilaporkan hilang kontak sejak Rabu (2/2) lalu, sekitar pukul 16.00 WIB dan sempat dilakukan pencarian secara manual oleh warga Katiet, Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan hingga Jumat (4/2) siang. Namun pencarian tersebut tidak membuahkan hasil dan melalui Kepala Desa Bosua, Irman John, melaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Mentawai atas peristiwa itu pada Jumat sekitar 11.40 WIB.

Tim Search and Rescue (SAR) Mentawai bersama Polri dan TNI serta potensi SAR sempat melakukan pencarian terhadap ketiga survivor setelah mendapatkan laporan tersebut. 

“Ketiga survivor sudah ditemukan oleh warga di Pantai Maguiruk, Pagai Utara, mereka terdampar degan kondisi selamat. Salah satu survivor atas nama Arman sudah dievakuasi ke Bosua, sementara dua lainnya tinggal di Pagai Utara,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Mentawai, Akmal, di Tuapejat. 

Peristiwa hilang kontak dengan ketiga warga ini berawal pada Rabu lalu, 2 unit boat fiber warna putih berangkat secara bersamaan dari Sikakap hendak menuju Katiet, namun setelah 3 jam berjalan, salah satu boat kehabisan bahan bakar sehingga mengalami mati mesin tepat di antara Pulau Sipora dan Pulau Pagai Utara (Selat Sipora). 

Upaya penarikan oleh salah satu boat yang masih memiliki bahan bakar sempat dilakukan, namun dikabarkan tidak berhasil sehingga mereka memutuskan melanjutkan perjalanan ke Katiet untuk menjemput bahan bakar. Tapi saat kembali ke lokasi pada 16.00 WIB, boat yang kehabisan bahan bakar tersebut sudah tak ditemukan lagi. 

Dengan ini, Akmal mengimbau kepada masyarakat yang akan bepergian melalui jalur laut untuk memperhatikan kesiapan moda transportasi sebelum berangkat, memastikan ketersediaan bahan bakar selama perjalanan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, baik nelayan yang akan melaut maupun masyarakat lainnya yang akan bepergian melalui jalur laut, untuk memantau dahulu keadaan, seperti cuaca, stok bahan bakar maupun kondisi mesin atau perahunya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tandas Akmal. (Ricky)