HPN Berdampak Positif pada Perekonomian

Anindya Novyan Bakrie bersama Dahlan Iskan saat menghadiri dan menjadi narasumber‎ Konvensi Nasional Media Massa, di Grand Inna Muara, Kamis (8/2). (Deri oktazulmi)

PADANG – Peringatan Hari Pers Nasional berdampak bagus pada perekonomian. Di mana gelaran iven ini, bisa menggenjot perekomian dan pendapatan daerah yang menyelenggarakan iven tersebut.

Hal itu dibuktikan banyaknya kunjungan peserta HPN yang hadir ke Sumbar. Tidak hanya peserta HPN rombong menteri dan presiden juga meramaikan HPN di Sumbar.

“Hadirnya HPN di Sumbar membangkitkan perekonomian bumi minang ini secara keseluruhan,” kata Pengusaha Media, Anindya Novyan Bakrie, saat menjadi salah satu pembicara di agenda Konvensi Nasional Media Massa, iklim bermedia yang sehat dan seimbang yang mengusung tema mempertahankan eksistensi media massa nasional dalam lanskap informasi globa di Grand Inna Muara, Kamis (8/2).

Dikatakan, hal ini bisa dilihat dengan banyaknya delegasi atau peserta HPN yang datang, mulai dari pimpinan dan tokoh pers serta tamu undangan dari dalam maupun luar negeri.

“Kehadiran mereka ini dipastikan tidak mengikuti kegiatan HPN ini, para tamu yang datang pasti akan melihat keindahan alam Sumbar dan tidak lupa mencicipi kulinernya,” ujar Anindya.

Dikatakannya, pers merupakan bagian dari demokrasi bangsan, dimana juga menjadi pilar keempat demokrasi.

“Peringatan HPN ini merupakan peringatan bersama-sama oleh para tokoh pers,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, pers sendiri merupakan bagian dari bisnis media. Pada hakikinya produk jurnalistik yang dihasilkan sebuah perusahaan media bisa membuat suatu bangsa jadi lebih baik.

Sementara itu, tokoh pers nasional, Dahlan Iskan, mengatakan, rencana jangka panjang untuk perusahaan media ini tidaklah banyak, di mana harusnya bisa mengikuti perobahan teknologi yang begitu cepat.

“Dipastikan ke depan masih banyak lagi media online. Saat ini 70 persen pemilik media online merupakan wartawan,” kata mantan Menteri BUMN itu.

Dijelaskannya, untuk mendirikan sebuah media online tidak menghabiskan dana yang besar, cukup menyediakan uang senilai Rp11 juta, dengan pendapatan Rp10 juta.

Terakhir Dahlan mengatakan, tantangan surat kabar ke depan kehilangan redaktur dan para wartawan. Ini disebabkan banyaknya wartawan dan redaktur telah berdikari dengan mendirikan media sendiri.

“Jadi lakukan apa yang dianggap baik saat ini. Yang jelas untuk kepentingan keluarga nomor satu, dari kepentingan lain,” tutupnya.‎ (deri)

Loading...