Hujan Masih Mengguyur, Warga Pasaman Risau

Ilustrasi (net)

LUBUK SIKAPING – Hujan masih mengguyur Pasaman. Sebentar berhenti, lalu hujan lagi. Parahnya, jika hujan di malam hari, bisa-bisa tidak nyenyak tidur warga yang berada di lokasi rawan bencana. Ada 10 dari 12 kecamatan di Pasaman yang rawan bencana. Baik itu banjir maupun longsor.

Mulai dari Kecamatan Lubuk Sikaping, Panti, Duo Koto, Rao, Rao Utara, Mapat Tunggul, Mapat Tunggul Selatan, Bonjol, Simpati dan Tigo Nagari. Sementara dua kecamatan lainnya, Padang Gelugur dan Rao Selatan tidak termasuk di dalamnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman, Masfet Kenedi mengingatkan warga di sepuluh kecamatan di daerah itu agar mewaspadai ancaman bahaya tanah longsor dan banjir. Seiring meningkatnya intensitas hujan.

Diakui Masfet, pihak BPBD, terus membangun sistem komunikasi dan koordinasi yang intens, baik dengan masyarakat, walinagari, camat hingga aparat berwenang dalam pencegahan dan penanganan bencana alam.

Parahnya, selain rawan bencana banjir, longsor dan angin kencang, wilayah Pasaman juga rawan gempa darat. Sebab, wilayah ini berada dalam patahan semangka.

“Pasaman ini daerah patahan semangka, memanjang dari Rao sampai Simpang Alahan Mati. Sehingga rawan terhadap gempa darat. Ini perlu kita waspadai,” tutup Masfet, Jumat (10/8). (can)

Loading...