oleh

HUT Ke-21, Laba BUMN Rp200 Triliun

SEMARANG – Laba BUMN pada 2018 tercatat Rp200 triliun, naik Rp57 triliun dari tahun sebelumnya. Semua, 143 BUMN sebagai korporasi negara memiliki aset senilai Rp8.000 triliun lebih, dengan ekuitas hampir Rp2.500 triliun.

“BUMN kita ini harus lebih jaya lagi, kita wariskan untuk kaum milenial dan untuk anak cucu mereka,” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dalam Syukuran HUT Kementerian BUMN ke-21 Sabtu (13/4) di Semarang.

“Saat pertama saya ditunjuk sebagai Menteri BUMN, keuntungan BUMN Rp143 triliun, sekarang 2018 untungnya Rp200 triliun. Jadi, terima kasih semua,” kata Rini.

Acara di Marina Convention Center itu, dihadiri ribuan orang. Lautan manusia yang memutih itu, tak tertampung di lokasi acara sehingga meluber sampai ke jalan Pantura.

“Ini acara paling ramai di Semarang, luar biasa macetnya,” kata Harry, seorang sopir di kota itu. Kenyataannya memang demikian, untuk mencapai lokasi acara saja, macetnya minta ampun. Diperlukan waktu sekitar 20 menit untuk jalan kaki.

Rini Soemarno kepada pers menyebut, kiprah sebagai agen pembangunan yang dimainkan BUMN kian terlihat. Ia meminta agar milenial diberi tempat yang cocok di semua BUMN. Ini penting, karena masa depan milik mereka.

“Di BUMN saya selalu mendorong agar milenial diberi tempat,” katanya. Bahkan dalam pidatonya, Rini menantang mereka untuk membangun BUMN agar makin profesional.

Satu hal yang membesarkan hati, katanya, jika sebelumnya BUMN jalan sendiri-sendiri, bisa bekerja sama di semua sektor. Ia merujuk BUMN karya yang berjalan harmonis. Hasilnya dalam 4,5 tahun belakangan berhasil dibangun 1.200 Km jalan tol. “Ini berkat arahan Presiden Jokowi,” kata dia.

Rini menyebut ia bangga dengan BUMN karena sudah memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Kontribusi tadi, antara lain dalam bentuk lapangan kerja, sebab di semua BUMN setidaknya mencari nafkah 1 juta orang, deviden, pembangunan fisik dan kegiatan sosial termasuk cepat tanggap dalam penanganan bencana alam.

Hal serupa juga terlihat di dunia perbankan, dengan profit yang tinggi. Di acara HUT 21 itu, diperkenalkan “LinkAja!”, dompet non tunai milik anak bangsa. Standnya terlihat mencolok dalam acara tersebut.

“Nah yang ini milenial lebih mengenal teknologi, makanya kita perkenalkan dari sekarang LinkAja!,” kata dia.

HUT BUMN berlangsung meriah dengan berbagai acara, termasuk penampilan beberapa artis papan atas. Di lokasi acara dipasang tenda-tenda warna putih. Hadir dalam acara ini para direksi, komisaris dan utusan karyawan ratusan BUMN. Para pejabat dari Kementerian BUMN dan Menteri BUMN pertama, Tanri Abeng. Kementerian ini dibentuk pada 1998.

Dalam usianya yang ke-21, kata Rini,  BUMN sebagai agen pembangunan semakin terlihat, padahal awalnya kurang terasa. Kalau kini semakin kental. “Itu yang saya bangga,”katanya (kj)

News Feed