Tak Berkategori  

Ibu Muda di Rohul Mengaku Diperkosa 4 Orang, Begini Kata Kapolres

PEKANBARU – Berkas kasus dugaan tindak pidana pemerkosaan yang dialami korban ZU (19) warga Desa Mahato Kecamatan Tambusai Utara, Rokan Hulu direncanakan akan dipisah menjadi dua (splitsing).

Hal itu dikatakan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Rokan Hulu, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito usai kembali mendengarkan keterangan dari korban dan penasehat hukumnya pada Senin (6/12/21) malam di Pekanbaru.

“Kemungkinan akan kita lakukan split karena korban mengaku diperkosa oleh 4 orang bukan 1 orang saja,” katanya.

AKBP Eko menjelaskan, dari data yang penyidik miliki dengan keterangan korban saat ini ditemukan ketidaksesuaian.

“LP pertama yang kita miliki korban melaporkan 1 orang yaitu tersangka Andika Rismawan yang saat ini sudah ditangkap, ditetapkan sebagai tersangka dan berkasnya sudah dilimpahkan ke jaksa atau tahap 1,” katanya.

Namun, baru-baru ini jaksa mengembalikan berkas itu kepada penyidik polres untuk dilengkapi atau P19.

“Perlu kami tegaskan bahwa kami sangat serius menangani kasus ini karena ini memyangkut prilaku biadab. Kita proses sesuai laporan dan sudah kita limpahkan kepada jaksa. Untuk penambahan 3 pelaku lainnya kemungkinan akan kita lakukan split,” katanya.

Kepada masyarakat perlu dijelaskan dan diluruskan bahwa hingga saat ini penyidik Polres belum menerima laporan terkait tambahan 3 pelaku lainnya.

“Tadi korban kembali mengatakan bahwa ada 4 pelaku, untuk itu kita akan bagi berkas perkara menjadi dua dan akan kita selesaikan dalam 2 hingga 3 pekan ini,” ungkapnya kepada awak media di Pekanbaru.

Lebihlanjut, AKBP Eko menjelaskan bahwa pada Selasa (7/12/21) pihaknya bersama korban berencana hadir di Polda Riau guna melakukan ekspos kasus yang sudah menjadi buah bibir itu.

“Perlu juga kita ingatkan bahwa semua tindakan yang dipilih dalam kasus ini beresiko, jadi ketakanlah yang sebenarnya,” ungkapnya.

Terkait anak korban yang katanya meninggal dunia karena awalnya dibanting pelaku, penyidik akan kembali mendalami karena keterangan yang diterima dari petugas medis terkait anak korban meninggal dalam kondisi masuk angin.

Sebelumnya, gencar diberitakan bahwa nasib pilu dialami seorang ibu muda di Rohul yang mengaku telah menjadi korban pemerkosaan oleh teman suaminya sendiri di Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Rokan Hulu.

Korban mengaku perlakuan bejat pemerkosaan itu ia alami hingga 6 kali dengan 4 pelaku. Oleh para pelaku aksi itu turut disertai dengan ancaman apabila korban memberitahukan kepada suami ataupun keluarga.

Sebelumnya, dalam keterangannya Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto menerangkan bahwa untuk dua orang terlapor yang dilaporkan korban, keduanya malah melaporkan balik atas kasus pencemaran nama baik.

“Dua orang yang dilaporkan dalam dugaan pemerkosaan justru melapor balik ke Polsek Tambusai Utara karena pencemaran nama baik. Karena kedua tidak mengenal atau melakukan pemerkosaan pada korban,” jelasnya.(411)