oleh

Idrus Marham Minta Kubu Agung Tinggalkan Gedung DPP Golkar

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Munas Bali Idrus Marham (tengah) didampingi Wakil Ketua Umum Partai Golkar Munas Bali Nurdin Halid (kedua kanan) memberi keterangan kepada wartawan seusai melaporkan dugaan pemalsuan surat dokumen Munas Ancol di Mabes PolJAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Golkar hasil Munas Bali Idrus Marham meminta Golkar hasil Munas Jakarta mengosongkan Gedung DPP Partai Golkar, pasca putusan sela yang dikeluarkan Pengadilan Tata Usaha Negara.

“Kami menyampaikan dan memberi penjelasan bahwa yang mendapat legitimasi berdasarkan PTUN sehingga (kubu Agung) tidak bisa mengambil langkah atas nama pengurus untuk menguasai kantor DPP Partai Golkar,” katanya di Gedung Nusantara III, Jakarta, Kamis (2/4).

Golkar hasil Munas Bali konsisten mengusung ciri dan karakter partai itu yang mengedepankan ide serta gagasan konsep bukan premanisme.

Pihaknya akan memberi penjelasan bahwa kepengurusan Golkar yang sah adalah dibawah kepemimpinan Aburizal Bakrie.

“Pasca keluarnya putusan sela maka apabila ada tindakan melawan hukum dan masuk pidana, maka kami persilahkan penegak hukum menindak lanjutinya.

Idrus meminta kesadaran Golkar hasil Munas Jakarta untuk menerima putusan sela PTUN, dan apabila tidak mau mengerti maka pihaknya akan meminta aparat hukum mengosongkan kantor DPP Golkar. Langkah itu menurut dia sebagai bentuk pelaksanaan amar putusan sela PTUN.

“Ini kesadaran yang kami minta (pihak Munas Jakarta) dan apabila tidak mau mengerti maka kami meminta aparat karena ini pelaksanaan amar putusan,” katanya.(*/aci)

sumber: antara

Loading...

Berita Terkait