HeadlineOpini

IKN Sejarah dan Peradaban Baru

×

IKN Sejarah dan Peradaban Baru

Sebarkan artikel ini
Ketua Forum Pemred dan jajaran foto bersama Sekretaris Otorita IKN.(ist)

Giat di lapangan

Hari ini, sedang giat dibangun infrastruktur di sana. Di Pasir Penajam yang jika ke sana sekarang mesti lewat laut, biar cepat. Di bawah koordinator otorita, pembangunan itu dilaksanakan oleh PUPR. Jumlahnya mencapai 103 proyek konstruksi. Nilainya, Rp24 triliun dengan sumber APBN.

Yang dibangun di zone inti terlebih dahulu, Istana, kantor pemerintah, jalan, sumber air bersih. Berikut sanitasi dan pengelolaan sampah. Tentu yang tak boleh lupa, habitat hewan di sana semisal orang utan.

Ketika IKN sedang mulai dibangun di titik nol, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono, menandatangani MoU dengan Gubernur ibukota Kazakhstan, Astana, Zhenis Kassymbek pada awal Juli 2023 di kota itu.
Bambang sejak awal memang tertarik dengan Astana. Pengalaman Kazakhstan memindahkan ibukota dari Almaty ke Astana pada 1997, menarik. Kebijakan itu telah mengurangi kesenjangan antar etnis, pemerataan wilayah dan penurunan kemiskinan. Ibukota lama jauh dari bagian negara lain sehingga membatasi akses ke ibukota dan rawan bencana gempa. Tingkat kemiskinan yang tinggi, terutama di bagian utara.

Setelah pindah, hubungan intra etnis Kazakhstan semakin erat di wilayah Utara. Ketimpangan etnis berkurang dengan membangun ibukota negara di sekitar wilayah suku Kazakhs. Astana lebih mudah dijangkau dari bagian negara lain Kazakhstan.

Pemindahan memacu pembangunan nasional dan wilayah. Tingkat kemiskinan turun dari 46,7% pada 2001 menjadi 2,5% pada 2017. Terjadi penguatan ekonomi dan penurunan kemiskinan serta ketimpangan pasca pemindahan ke Astana. Kini Astana menjai contoh terbaik di dunia.

Bisa jadi inilah impian Presiden Jokowi. Jika memang, maka bisa lahir peradaban baru. (*)