IKT Pelindo II Tingkatkan Pasar VPC Xan Logistic Service

Dirut IKT, Chiefy Adi K (kiri) foto bersama dengan Mr Ray Fitgerald (tengah) dari Wallenius Willhemsen Solution dan jajaran direksi IKT usai MoU, Sabtu (7/7) di Jakarta. (yusman)

JAKARTA – PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) atau yang dikenal dengan IPC Car Terminal (IPCC) yang merupakan dedicated Car Terminal anak perusahaan dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II (Persero) bersama Wallenius Wilhemsen Holding merupakan perusahaan yang bergerak dibidang Logistics Services dan Perusahaan Pelayaran RoRo terbesar di dunia melalui anak perusahaannya Wallenius Wilhemsen Solution telah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

“MoU ini terkait dengan Pengembangan dan Pengoperasian Pelayanan Fasilitas Vehicle Processing Center (VPC), Equipment Proccesing Center (EPC) dan Logistic Services yang di dalamnya termasuk door to door services di PT Indonesia Kendaraan Terminal,Tbk (IPCC),” ungkap Chiefy Adi K, Dirut IKT kepada Singgalang, Senin (9/7).

Dikatakan, penandatangan dilaksanakan Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal,Tbk (IPCC) Chiefy Adi K sedangkan dari Wallenius Wilhemsen Solution Mr Ray Fitzgerald selaku agent dari Wallenius Wilhemsen Landbase Holding AS. Yang diwakili Capt. Per Wallmark selaku Breakbulk Project Manager Asia yang didampingi Mr Roland Chai selaku Cargo Superintendent, di Jakarta.

Penandatanganan MoU ini dihadiri Arif Isnawan Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis dan Sugeng Mulyadi Direktur Keuangan dan SDM PT Indonesia Kendaraan Terminal,Tbk (IPCC).

“Wallenius Wilhmensen Solution merupakan operator fasilitas Vehicle Processing Center (VPC) dan Equipment Processing Center (EPC) berkelas dunia yang mempunyai layanan bisnis diberbagai Negara seperti Amerika Serikat, Belgia, Cina, Australia, dan negara lainnya,” ujar Chiefi.

Menurutnya, melalui MoU ini diharapkan dapat memperluas pasar dan jaringan di Indonesia serta melakukan Transfer Knowledge dalam pengoperasian baik di bidang sumber daya manusia (SDM) maupun teknologi serta peralatannya.

Chiefi menjelaskan, fasilitas Vehicle Processing Center (VPC) merupakan fasilitas layanan nilai tambah (Value Added Services) yang disediakan oleh IPCC dengan ruang lingkup layanan seperti pencucian, Port Stock, marking, labelling, spec up / installation accesoris, minor repair, waxing/dewaxing, receiving/delivery keluar dan masuk ke terminal untuk kargo kendaraan.

Sedangkan Equipment Processing Center (EPC) fasilitas layanan untuk kargo Truck dan alat berat yang meliputi : Pencucian dengan Bio Security Cleaning, Assembling, Dismantle, Engine Repair untuk kegiatan ekspor, impor maupun domestik.

Menurutnya lagi, dengan hadirnya layanan VPC dan EPC diharapkan dapat mengurangi logistic cost para automaker ataupun importer karena fasilitas yang tersedia berada di dalam kawasan PT Indonesia Kendaraan Terminal,Tbk (IPCC) dan terintegerasi dengan layanan di terminal internasional serta terminal domestik.

“PT Indonesia Kendaraan Terminal,Tbk (IPCC) berencana membangun fasilitas VPC dan EPC terbesar di Asia dengan luas lahan 14 Ha, memiliki stall area seluas 20.000 m2 yang akan dilengkapi dengan digital car terminal system serta warehousing sebagai bagian dari sparepart management,” tambah Chiefi, seraya menyebutkan saat ini PT Indonesia Kendaraan Terminal,Tbk (IPCC) sedang melaksanakan rangkaian roadshow dalam rangka IPO dan direncanakan akan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2018. (yusman)

 

Loading...