oleh

Imigrasi Bakal Buka Layanan di MPP Payakumbuh

PAYAKUMBUH – Layanan keimigrasian menjadi satu dari puluhan layanan yang bakal tersedia di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Payakumbuh. Layanan ini diyakini akan banyak peminat, mengingat layanan serupa hanya bisa diakses warga Payakumbuh bersama warga lima kabupaten/kota lainnya di Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Agam, Jalan Koto Hilalang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam.

Walikota Riza Falepi sudah mendesak pihak terkait untuk segera memberikan pelayanan di MPP Payakumbuh. Hal itu dilakukan menjawab keluhan warga kota yang tiap sebentar mengirimkan pesan singkat ke nomor ponsel kepala daerah itu. Tak hanya pesan singkat, sejumlah ASN di lingkungan Pemko juga menyatakan, layanan imigrasi menjadi layanan yang paling ditunggu beroperasinya.

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadi Satu Pintu (PM-PTSP) Hermayunis melalui Kabid Pelayanan Terpadu Agus Tri Susatya yang dihubungi terpisah, mengatakan, proses pembukaan layanan imigrasi masih menunggu kesiapan dari pihak kantor Imigrasi Kelas II Agam. “Besok, tim dari Kantor Imigrasi akan mulai melakukan dekorasi tempat layanan mereka. Dilanjutkan dengan pemasangan peralatan komputer serta koneksi jaringan secara online,” ucapnya.

Agus memprediksi, butuh waktu antara satu hingga dua minggu untuk menuntaskan pekerjaan tersebut. Sehingga kapan imigrasi mulai membuka layanan, diserahkan sepenuhnya kepada Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam. “Kita pengen secepatnya, karena banyaknya permintaan layanan tersebut. Tapi semua itu terpulang ke pada pihak Imigrasi. Yang jelas besok mereka sudah mulai membenahi konter layanan yang kita sediakan,” tambah Agus.

Dikatakan, luasnya cakupan kerja Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam, meliputi 6 kabupaten/kota di Sumatera Barat memang membuat proses pelayanan di kantor tersebut selalu padat. Disamping Kota Payakumbuh, mereka juga melayani warga Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Tanah Datar, Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat.

“Kantor imigrasi sendiri sejatinya sudah mencoba mensiasati dengan membuka layanan keliling di 6 kota/kabupaten itu, tapi tetap tidak bisa memenuhi tingginya permintaan. “Insya Allah dengan adanya layanan keimigrasian di MPP Payakumbuh, disamping bisa mengurai sebagian persoalan pelayanan di Kantor Imigrasi Kelas II Agam juga mampu memudahkan warga Payakumbuh dalam memperoleh layanan publik sesuai dengan tujuan MPP ini didirikan,” pungkas Agus. (bule)

 

Loading...

Berita Terkait