Sumbar

Implementasikan ABS-SBK, Generasi Muda akan Berilmu dan Beradab

×

Implementasikan ABS-SBK, Generasi Muda akan Berilmu dan Beradab

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi edukasi tentang falsafah ABS-SBK kepada 100 generasi muda dari kalangan siswa SMAN 1, SMAN 2 dan SMAN 3 Padang di Masjid Fauzul Azim, SMAN 1 Padang, Senin (29/8/2022).ist

PADANG – Generasi muda harus dan wajib didorong memahami nilai-nilai Adat-Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Karena mereka calon pemimpin bangsa masa depan.

Demikian pesan, Buya Mas’oed Abiddin menjadi narasumber pada edukasi tentang falsafah ABS-SBK kepada 100 generasi muda dari kalangan siswa SMAN 1, SMAN 2 dan SMAN 3 Padang di Masjid Fauzul Azim, SMAN 1 Padang, Senin (29/8/2022).

Dikatakannya, ada adab dan ilmu yang harus dibangun dalam diri generasi muda. Karena dua komponen tersebut harus sejalan dalam diri anak muda. Akan sulit berkembang anak muda, jika berilmu tapi tidak beradab. Begitu juga sebaliknya.

Instrumen untuk membangun komponen adab dan ilmu dalam diri generasi muda adalah dengan memberikan pemahaman tentang ABS-SBK. Karena nilai adab dan ilmu ada dalam ABS-SBK. Tidak dapat dilalaikan lagi, terutama di Sumbar yang adatnya ABS-SBK.

“Kita berkewajiban membangun generasi emas. Selama ini kita lihat,kita pernah memiliki generasi emas. Para pemimpin bangsa di Indonesia. Tidak ada satu daerah pun di Indonesia memiliki pahlawan nasional terbanyak, kecuali Sumbar. Kalau begitu kita punya modal,”ujarnya.

Menurutnya, apa yang menyebabkan para pahlawan itu bisa menjadi pemimpin bangsa. Ternyata karena beradab dan ilmu. Mereka memahami dan mengimplementasikan ABS-SBK.

“Nilai-nilai adab dan ilmu itu terangkum dalam ABS-SBK,”katanya.

Buya Mas’oed Abidin juga berharap nilai-nilai yang terkandung dalam ASB-SK dapat diimplementasikan dalam kehidupan, pendidikan, sosial dan hubungan bermasyarakat. Jika diimplementasikan dengan berkebudayaan.

Untuk itu diharapkan peran Dinas Kebudayaan dan Dinas Pendidikan dalam membangun generasi masa depan.

“Kalau pidato jangan sebut ABS-SBK, tapi sebut sempurna, Adat Basandi Syarak Basandi Kitabullah. Sehingga bisa paham apa itu ABS-SBK,”pesannya.

Gubernur Mahyeldi menyampaikan pemahaman tentang Undang-undang Sumatera Barat Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumbar. Menurutnya, kearifan lokal, budaya dan falsafah ABS SBK mendasari kegiatan di pemerintah daerah dan masyarakat Minangkabau.

Dalam mewujudkan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat perlu adanya kesepakatan dan komitmen untuk mewujudkan ABS-SBK sebagai tata kehidupan yang harmonis, agamis, beradat serta berbudaya.

“ABS-SBK adalah pemersatu umat bagi masyarakat sumbar, adat kita disendikan dengan agama dan kitabullah. Satu sama lain saling kuat menguatkan,” ujar gubernur.