Tak Berkategori  

Ini Alasan Polisi Tangkap Guru Honorer di Agam

AGAM – MP (31) guru honorer di Padang Pariaman diamankan polisi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Guru Sekolah Dasar (SD) itu diduga menjual burung tiong emas dan nuri kalung ungu melalui media sosial facebook.

Kasat Reskrim Polres Agam AKP Farel Haris mengatakan pelaku berhasil menyita burung tiong emas atau gracula religiosa satu ekor dan nuri kalung ungu atau eos squamata satu ekor itu di Pasar Lawang, Matur, Jumat (17/7).

“Pelaku beserta dua satwa dilindungi itu kini diamankan di Mapolres Agam untuk proses selanjutnya. Pelaku merupakan warga Tandikek, Padang Pariaman,” katanya.

Tim gabungan mencoba menghubungi nomor yang dicantumkan di akun facebook tersebut untuk melakukan transaksi dengan tersangka sistem under cover atau menyamar.

Setelah itu, tersangka menyetujui transaksi dua burung tersebut dengan harga Rp2,3 juta di lokasi yang telah ditetapkan.

Saat sampai di tempat kejadian perkara, katanya, tersangka langsung ditangkap beserta barang bukti dua ekor burung itu.

“Tidak ada perlawanan dari tersangka saat penangkapan dan tersangka langsung kami bawa ke Mapolres Agam,” katanya.

Dari keterangannya, tersangka sudah melakukan perdagangan satwa dilindungi semenjak satu tahun terakhir dengan menjual sekitar 30 ekor.

Satwa dilindungi itu diperoleh dari berbagai daerah dan dijual dengan keuntungan Rp300 ribu per ekor.

Atas perbuatannya, tersangka diancam Pasal 21 Ayat 2 Huruf a Jo Pasal 40 Ayat 2 Undang-umdang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman lima tahun penjara dan denda Rp100 juta.

Kedua satwa dilindungi itu diserahkan ke BKSDA Resor Agam untuk dipelihara sebelum dilepas liarkan.

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Resor Agam Ade Putra menambahkan burung tiong emas akan dilepas liar ke Kabupaten Kepulauan Mentawai dan nuri kalung ungu dilepas liar di Talaut, Sulawesi Utara.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan BKSDA setempat untuk melepas liarkan satwa itu. Burung itu merupakan habitat di luar Sumbar,” ujarnya.(ant/mat)