Tak Berkategori  

Ini Komentar Benitez Usai Kekalahan Pertama Madrid Musim Ini

Rafael Benitez (bbc.co.uk)
Rafael Benitez (bbc.co.uk)

MADRID – Pelatih Real Madrid Rafael Benitez menyesalkan ketidakmampuan timnya mengejar ketertinggalan, setelah Madrid mengalami kekalahan pertamanya 3-2 melawan Sevilla, Senin (9/11) dinihari.

Kekalahan tersebut membuat Madrid tertinggal tiga poin dari Barcelona yang berada di puncak klasemen, dan kedua tim akan bertanding pada pertandingan berikutnya di Santiago Bernabeu pada 21 November.

Real mengawali keunggulan di Seville setelah Sergio Ramos melakukan tendangan salto spektakuler yang berbuah gol.

Namun, setelah Ramos diganti karena cedera bahunya kambuh, pertahanan Madrid kelimpungan dan Ciro Immobile kemudian mampu menyamakan kedudukan.

Ever Banega dan Fernando Llorente memastikan kemenangan untuk Sevilla, yang sebelumnya kalah 1-3 melawan Manchester City tengah pekan lalu, sebelum kebobolan oleh gol tambahan yang dicetak James Rodriguez di menit tambahan waktu.

“Saya pikir kami bermain sangat baik selama 30 menit. Kami memiliki banyak kontrol di setiap bagian permainan,” kata Benitez.

“Kemudian kami memungkinkan mereka untuk mencetak gol dari set-piece dan lalu mengubah permainan.

“Di babak kedua kami mulai bermain dengan baik lagi. Namun sejak gol kedua lawan, kami mulai melakukan kesalahan dan mereka mengambil keuntungan dari itu dengan mencetak gol ketiga.

“Kami mencetak gol lagi pada menit terakhir, tapi itu sudah tidak cukup.”

Ketika Banega melesakkan gol melalui sebuah permainan kerja sama tim brilian yang melibatkan Immobile dan Yevhen Konoplyanka adalah pertama kalinya bagi Madrid tertinggal skor dalam 15 pertandingan musim ini.

Dan Benitez mengkritik kegagalan timnya merespon ketika berada dalam situasi yang merugikan.

“Kami tidak memiliki pengetahuan cukup dalam hal mengelola situasi. Hanya masalah waktu sampai dua gol terjadi dalam setengah jam pertama.

“Itu seharusnya tidak terjadi, mereka mengembalikan kepercayaan diri setelah mampu menyamakan kedudukan, dan kemudian kesalahan kami memungkinkan mereka untuk berkembang lebih lanjut ke dalam permainan.

“Kami merasa sulit untuk bereaksi. Pada babak pertama kami seharusnya dapat mengatur permainan, dan kami tidak melakukannya.”(aci)

sumber:antara