Tak Berkategori  

Ini Kronologis Penangkapan 232 Kg Ganja Asal Aceh

Ilustrasi (*)
Ilustrasi (*)

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap seorang anggota sindikat narkoba dengan barang bukti 232 kilogram ganja yang diduga berasal dari Aceh.
Siaran pers BNN di Jakarta, Kamis (20/8) menyebutkan, pelaku yang berinisial
SOF diamankan petugas setelah mobil yang dikendarainya menabrak pagar sekolah,
ketika dikejar oleh aparat.

Berbekal dari informasi masyarakat dan data intelijen tentang adanya upaya
penyelundupan ganja via jalur darat dari Aceh ke Pulau Jawa, petugas BNN
melakukan penyelidikan intensif.

Petugas BNN kemudian mendapatkan informasi tentang adanya dua kendaraan
berjenis Avanza dan Xenia yang melintasi Jalan Lintas Sumatera dan diduga kuat
membawa narkotika jenis ganja.

Petugas BNN selanjutnya berkoordinasi dengan Polsek Tegineneng, Lampung , yang
pada saat bersamaan sedang menggelar razia di jalan. Dalam kegiatan operasi
tersebut, mobil Xenia dan Avanza berusaha kabur dari sergapan aparat.

Pengemudi Xenia tetap melarikan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk
menghindari kejaran petugas, tapi mobil tersebut sempat terhenti usai menabrak
pagar sebuah sekolah di kawasan Tegineneng. Satu pelaku berinisial SOF (pria,
38 tahun) berhasil diamankan. Sedangkan satu orang lainnya, melarikan diri.

Sementara itu, tim lainnya terus mengejar mobil Avanza yang melaju kencang ke
kawasan Desa Kota Agung. Tak lama berselang, mobil tersebut ditinggal kabur
oleh para pelaku yang terdiri dari dua orang.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap mobil tersebut, petugas menyita 230
bungkus ganja dengan berat 232 kilogram.

Dari keterangan SOF, modus pengiriman ganja melalui angkutan truk tak lagi
digunakan oleh kelompok sindikat ini karena seringkali mengalami kegagalan.
Sindikat akhirnya menggunakan mobil-mobil kecil untuk mengangkut ganja dengan
plat nomor Jakarta.

Dalam kasus ini, SOF ditugasi untuk melakukan pengawalan pada sebuah mobil yang
berada di depannya yang mengangkut ganja. SOF dijanjikan akan mendapatkan upah
Rp10 juta jika misi pengiriman ganja ini berhasil sampai gudang ganja yang
berada di daerah Cianjur. (*/aci)