oleh

Irigasi Lubuak Cimantuang Jebol, 120 Hektare Sawah Terancam Kekeringan

Jalan Gunuang Padang Alai – Malalak longsor akibat curah hujan yang tinggi, Jumat petang lalu. Tanah timbunan yang menggunung sempat memutus arus transportasi. (damanhuri)

PARIK MALINTANG –  Akibat luapan Sungai Batang Sungai Sirah, Irigasi Lubuak Cimantuang jebol. Sekitar 120 hektare sawah di empat korong dalam Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Padang Pariaman yang selama ini bergantung pada aliran irigasi tersebut tak lagi bisa diandalkan.

“Hujan yang tak berhenti sepanjang Jumat (12/10) membuat irigasi ini jebol lagi besoknya, Sabtu (13/10). Empat korong lahan sawah yang bergantung pada aliran irigasi ini; Korong Sibarueh, Lembak Pasang, Kampuang Jua, Sungai Sirah, dan Pasir Baru,” kata Ali Refno, salah seorang tokoh pemuda Pilubang.

Ali Refno menyebutkan, meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, masyarakat petani di empat korong dalam Nagari Pilubang ini sangat merasakan kedukaan. Sebab, sawah masyarakat baru saja selesai ditanami padi. Pasca masa tanam ini, merupakan sedang butuhnya aliran air yang stabil.

Bagi masyarakat Pilubang, kata dia, keberadaan irigasi yang awalnya dibuat secara swadaya ini amat dibutuhkan. Karena aktifnya irigasi inilah berjalannya roda perekonomian masyarakat yang mayoritas bergantung pada pertanian sawah. Bersama pihak nagari Pilubang, Ali Refno yang juga staf Sekwan DPRD Padang Pariaman ini melihat langsung kejadian jebolnya irigasi demikian.

“Kita telah invetarisir kerusakan yang sedang terjadi akibat luapan Sungai Sirah ini. Terutama ancaman kekeringan sawah yang sedang membutuhkan air dari irigasi itu,” ungkapnya. (damanhuri)

Loading...

Berita Terkait