Tak Berkategori  

Jalani Sidang Perdana, Pemuda di Padang Didakwa Edarkan Sabu

Ilustrasi.(okezone)

PADANG – Didakwa menjual narkotika jenis sabu kepada teman-temannya, Ade Putra mulai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Padang, Kamis (8/7).

Dalam dakwaan disebutkan JPU Meilya Trisna, kejadian berawal pada Senin (15/3) sekira pukul 12.00 WIB, terdakwa menghubungi Tengku untuk meminta sabu.

Kemudian sore harinya Tengku balik menelepon terdakwa untuk mengambil sabu pesanannya di daerah Singgalang, kawasan Tabing.

Kemudian terdakwa dari rumahnya di Kampung Sikumbang, Kelurahan Lubuk Lintah, Kecamatan Kuranji, langsung pergi untuk menjemput paket sabu tersebut.

Sesampai di Singgalang, Tabing terdakwa kembali menelepon Tengku, untuk menanyakan letak sabu.

Tengku menyebut, paket narkotika itu diletakkan di bawah tiang listrik dan berada dalam kotak rokok, lalu terdakwa segera mengambilnya, dan menyimpan di kantong celana, kemudian pulang ke rumah.

Di rumah, satu paket sabu itu dibagi terdakwa menjadi beberapa paket kecil. Narkotika itu kemudian dijual.

Diketahui, terdakwa menjual narkotika jenis sabu tersebut kepada teman-temannya di daerah Bariang Indah Kelurahan Anduring pada Selasa, 16 Maret 2021 sekira pukul 19.00 WIB kepada Peri sebanyak 3 paket dengan harga per paket Rp200 ribu.

Esoknya, Rabu sekira pukul 19.30 WIB terdakwa menjual paket sabu kepada Emen sebanyak 3 paket kecil dengan harga per paket Rp100 ribu.

“Terdakwa tidak memiliki izin dalam hal menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I tersebut karena bukan digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata JPU.

Adapun terhadap barang bukti yang ditemukan dari terdakwa dilakukan pemeriksaan terhadap barang bukti dilaboratorium, berdasarkan hasil pemeriksaan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Padang, hasilnya benar positif mengandung metamfetamin.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkas JPU. (wahyu).