Tak Berkategori  

Jelang Jamu Madrid, Alves: PSG Harus Buktikan Diri Bukan Hanya Tim Sekadar Uang

Dani Alves (futaa.com)
Dani Alves (futaa.com)

PARIS – Bek Paris Saint-Germain (PSG), Dani Alves ingin menunjukkan timya bukan hanya sekadar soal uang. Keinginannya ini sebagai bentuk tantangan diri kepada Les Pariesiens –julukan PSG– saat menjamu Real Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2017-2018 di Parc des Princes, Rabu (7/3) dinihari WIB.

Pada musim ini, PSG bisa dibilang dengan tim penuh kemewahan. Tim asal Prancis itu berhasil memecahkan rekor transfer pemain dunia dengan pembelian Neymar Jr seharga 222 juta Euro atau sekira Rp3,5 triliun. Bukan hanya itu, mereka juga mendatangkan bintang dunia seperti Kylian Mbappe dan Dani Alves. Itu belum termasuk para pemain bintang yang telah memperkuat PSG sebelumnya.

Tetapi pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2017-2018, PSG harus mengakui ketangguhan Real Madrid di Santiago Bernabeu. Skuad asuhan Unai Emery itu harus menyerah dengan skor cukup besar yakni 1-3.

Alves mengatakan kekalahan itu harus diubah kala PSG akan menyambut Madrid. Menurutnya, PSG harus membuktikan diri bahwa tim yang mendapat dana inventasi besar itu bisa menghasilkan sesuatu hal yang nyata.

“Apa yang PSG lewatkan? Pertandingan seperti ini menunjukkan bahwa PSG tidak semua soal uang. Saya datang ke sini karena saya adalah seorang pejuang, itu ada dalam darah saya. Dan bisa menjadi sejarah bagian klub ini, bukan sesuatu yang bisa Anda beli,” ungkap Alves, mengutip dari Soccerway, Selasa (6/3).

“Jika saya berbicara dengan tim, saya akan mengatakan bahwa kami harus memanfaatkan momen penting ini. Sejarah ada yang harus diubah,” tambah mantan pemain Barcelona itu.

“Mengubah sejarah adalah salah satu alasan besar saya datang ke sini dan sekarang kami harus melakukannya. Kami bahkan tidak bisa memikirkannya, kami hanya perlu melakukannya dan kami percaya kami bisa melakukannya,” lanjutnya.

Alves juga memiliki keyakinan bahwa timnya bisa melangkah ke babak delapan besar. Hal tersebut ia sampaiakan setelah melihat permainan timnya pada leg pertama yang sejatinya begitu meyakinkan.

“Kami pikir kami bisa lolos karena leg pertama. (Saat itu) kami lebih unggul dari mereka dalam permainan kami dan peluang yang kami ciptakan. (Sekarang) kami harus melakukannya selama 90 menit penuh kali ini. Ini adalah motivasi yang sangat besar untuk bisa menyingkirkan juara bertahan,” tutupnya. (aci)