Tak Berkategori  

Jepang Bantu Pembangunan Fasilitas Pembelajaran Bahasa

Konsul Jenderal Jepang di Medan, Hirofumi Morikawa tandatangani bantuan hibah grassroots kebudayaan kepada UNiversitas Bung Hatta disaksikan Rektor Prof Dr. Niki Lukviarman dan Ketua Yayasan Prof Dr. Fachri Ahmad di ruang sidang rektor, Kampus I Ulak Karang Padang Rabu (3/2). (zulfadli)
Konsul Jenderal Jepang di Medan, Hirofumi Morikawa tandatangani bantuan hibah grassroots kebudayaan kepada UNiversitas Bung Hatta disaksikan Rektor Prof Dr. Niki Lukviarman dan Ketua Yayasan Prof Dr. Fachri Ahmad di ruang sidang rektor, Kampus I Ulak Karang Padang Rabu (3/2). (zulfadli)

PADANG -Pemerintah dan rakyat Jepang menghibahkan labor bahasa dan studio sulih suara untuk Jurusan Sastra Jepang Universitas. Bantuan  fasilitas pengembangan pembelajaran bahasa Jepang ini disetujui Kementerian Luar Negeri Jepang karena kampus yang mengabadikan nama proklamator ini dianggap berperan penting sebagai salah satu pusat pembelajaran bahasa Jepang di Provinsi Sumatera Barat.

Kontrak kerjasama senilai 5,8 juta Yen atau Rp632,83 juta ini ditandatangani Konsul Jendral Jepang di Medan, Hirofumi Morikawa dan Rektor Universitas Bung Hatta Prof Dr. Niki Lukviarman di ruang sidang rektor, Kampus I Ulak Karang Padang Rabu (3/2).

“Kami menilai universitas ini telah berkontribusi besar dalam pendidian dan pengembangan bahasa, budaya dan sastra Jepang selama 25 tahun, khususnya di Sumbar,” ujar Konsul Jenderal Jepang di Medan, Hirofumi Morikawa yang didampingi Vice Konsul Takayuki Kawai.

Hiroumi mengharapkan mereka akan bertumbuh sebagai sumber daya manusia bermutu dan turut mendukung perkembangan Sumbar maupun Indonesia pada masa depan. Mereka ini akan menjadi penghubung persahabatan antara Jepang dan Indonesia.

Penandatanganan kontrak kerjasama ini disambut gembira Rektor Universitas Bung Hatta Niki Lukviarman. Niki pembangunan labor bahasa dan studio sulih suara pasti bermanfaat bagi peningkatan mutu pembelajaran bahasa Jepang di institusi yang dia pimpin. Niki yakin, mahasiswa dan para pendidik bakal terpacu untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitasnya dalam pembelajaran bahasa Jepang. Saat ini saja, dengan peralatan yang ada, mereka mampu meraih simpati pemerintah Jepang.

Dr. Diana Kartika, Ketua Prodi Sastra Jepang pun gembira atas hasil perjuangan panjang selama 25 tahun semua elemen di Jurusan Sastra Jepang, pihak universitas dan yayasan. Kontrak kerjasama itu memungkinkan Universitas Bung Hatta memiliki fasilitas pembelajaran berstandar internasiona sehingga diyakini mampu mewujudkan visi universitas berkelas dunia yang telah dicanangkan keluarga besar Universitas Bung Hatta.

Diana menegaskan pihaknya akan terus berupaya agar bahasa, budaya dan sastra Jepang berkembang. Berbagai kolaborasi budaya antar kedua negara bakal makin digalakkan. (zulfadli)