oleh

Jingga, Tetap Ceria Meski Jantung Bocor

PADANG – Penyakit datang tak mengenal usia. Tak peduli di usia tua maupun muda, kondisi kaya ataupun miskin, ia mampu menyerang siapa saja.

Begitu juga dengan bocah berumur 2,5 tahun ini. Di usia yang masih dini, ia didiagnosa menderita jantung bocor.
Gerak-geriknya ceria. Sepintas tak terlihat gejala yang menunjukkan ia sedang mengidap penyakit. Namun jika diperhatikan dengan seksama, tampak jelas bibir dan kuku jemarinya yang membiru karena menderita jantung bocor.

Sewaktu kecil, Jingga sering demam tinggi. Saat itu kedua orangtuanya belum mengetahui penyakit yang diderita Jingga. Ketika menderita demam tinggi di umur 1,5 tahun barulah pasangan suami istri, Yasril (33) dan Meri Afri Yanti (27), mengetahui kondisi kesehatan Jingga.

Jingga didiagnosa menderita jantung bocor ketika diperiksakan ke Rumah Sakit Umum Pariaman. Oleh pihak Rumah Sakit, Jingga disarankan rawat inap selama 10 hari.

Untuk pengobatan, Yasril dan Meri bisa berlega-hati karena biaya operasi mendapat bantuan dari BPJS. Namun, untuk biaya keberangkatan, Yasril dan Meri sempat putus asa. Yasril sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta dengan penghasilan yang tidak tetap, dan sang istri Meri, juga ibu rumah tangga biasa. Sementara Jingga yang didiagnosa menderita jantung bocor juga perlu biaya dan perhatian khusus dalam sehari-harinya.

Dalam kondisi kebingungan itu, Yasril berbagi dengan sahabatnya, Mefrizal. Mefrizal, seorang pengacara yang juga merupakan mitra Dompet Dhuafa Singgalang, menyaranan Yasril untuk mencoba merujuk ke Graha Kemandirian Dompet Dhuafa Singgalang.

“Waktu itu saya cerita-cerita ke teman, terus disarankan untuk memasukkan permohonan ke Dompet Dhuafa Singgalang,” ungkap Yasril, warga Nagari Koto Gadang, Koto Talang, Solok ini menjelaskan.

Gayung bersambut. Dompet Dhuafa Singgalang langsung memproses permohonan Yasril. Sehingga Jingga bisa mendapat perawatan untuk operasi tahap pertama di Jakarta pada November 2014 lalu. Selama proses pengobatan Jingga di Jakarta, mereka menginap di shelter Dompet Dhuafa yang berlokasi di belakang RSUP CM.

Setelah melakukan operasi pertama, kondisi Jingga berangsur-angsur membaik. Dalam kunjungan ke Graha Kemandirian Dompet Dhuafa Singgalang Kamis (2/4), gadis mungil bernama lengkap Jingga Aslia Akbar ini gesit berlarian kesana kemari.

“Begitulah Jingga, dia tetap ceria tanpa tahu kondisi kesehatannya,” ujar Meri melihat kelakuan putrinya.
Perjuangan Jingga belum berakhir. Ia harus bersiap untuk dua tahapan operasi lagi. Operasi kedua direncanakan Mei mendatang.

“Kami sangat berharap kesembuhan untuk Jingga, mengingat umurnya yang masih sangat muda untuk menjalani operasi, untuk itu kami selalu siap memberi dukungan bagiJingga,” ujar Bendahara Dompet Dhuafa Singgalang, Fera Zora.

Tiga tahapan operasi ini tentu juga memakan biaya perawatan yang tidak sedikit. Jingga harus sabar menunggu dan berjuang melewati sakitnya.

Dompet Dhuafa Singgalang berharap keceriaan Jingga dapat memicu kepedulian kita terhadap sesama. Ternyata, masih begitu banyak saudara kita diluar sana yang memiliki kesehatan tak sempurna namun masih selalu ceria menghadapi hari-harinya.

Dompet Dhuafa Singgalang turut menggugah kepedulian kita untuk mempermudah jalannya dua tahapan lanjutan operasi Jingga ini. Baik secara langsung maupun lewat Dompet Dhuafa Singgalang melalui Telp 0751 40098. (nisa)

Loading...

Berita Terkait