Tak Berkategori  

JKA: Vaksin Covid-19 untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

Anggota Komisi VIII DPR RI, H. John Kenedy Azis sedang berbincang dengan Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur (kanan) disela-sela acara penutupan turnamen sepak bola yang dilaksanakan himpunan pemuda pelajar Sungai Garinggiang, Sabtu (16/10) malam. -(Ist)

PARIK MALINTANG – Jika ingin ekonomi segera pulih, maka, ikutilah anjuran pemerintah. Pertama, yaitu melaksanakan protokol kesehatan dan, kedua mengikuti vaksinasi Covid-19.

Pesan itu disampaikan Anggota DPR-RI, H. John  Kenedy Azis, dihadapan masyarakat yang hadir pada acara penutupan turnamen sepak bola di lapangan bola Sungai Garingiang, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (16/10) malam.

John Kenedy Azis kebetulan sedang reses dan, malam itu menyempatkan diri untuk hadir pada acara penutupan turnamen sepak bola tersebut. Dia tampak hadir bersama Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur dan mantan bupati, Ali Mukhni.  Acara penutupan yang dilaksanakan sesuai protokol kesehatan tersebut terlihat disaksikan banyak warga. Pada kesempatan itulah John Kenedy Azis berpesan kepada masyarakat di kampung halamannya supaya tetap disiplin Prokes dan mengikuti program vaksinasi.

Tokoh yang akrab dengan sebutan JKA itu mengatakan, vaksinasi adalah salah satu upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi, yaitu setelah terdampak selama pandemi Covid-19. Paling tidak, dengan mengikuti vaksin, masyarakat bisa terhindar dari covid dan, jika covid bisa ditekan, maka ekonomi akan bergerak naik.

Sebaliknya, jika kasus Covid meningkat, maka ekonomi masyarakat bisa kembali turun. Sebab, dengan banyaknya kasus Covid, aktivitas usaha mereka akan terganggu. Pendidikan anak-anak pun terganggu.

Sekaitan itulah, politisi Partai Golkar itu mengajak masyarakat untuk tetap disiplin dengan prokes serta mengikuti program vaksinasi. “Mudah-mudahan dengan kesadaran bersama melaksanakan prokes dan mengikuti program vaksinasi, kasus corona bisa diberantas sehingga masyarakat bisa beraktivitas secara normal kembali,” ulas Ketua Bidang Hukum DPP Partai Golkar tersebut.

Anggota Fraksi Golkar itupun sempat membantah isu negatif terkait Vaksin Covid. Menurutnya, vaksin yang diperlukan buat menangkal virus itu baik dan, sudah mendapat pengakuan dari MUI.

Sementara itu, JKA pun mengaku sudah empat kali ikut vaksin. Dua kali di Indonesia dengan vaksin Sinovac dan, dua kali lagi ketika berkunjung ke rumah anaknya di Amerika dengan vaksin Pfizrr. Keempatnya dalam rentang waktu yang terukur. 

“Alhamdulillah saya sehat sampai sekarang, jadi jangan mudah percaya dengan isu negatif terkait vaksin Covid,” kata Anggota Fraksi Partai Golkar tersebut.

Saat ini, lanjutnya, pemerintah terus berupaya untuk menekan penyebaran Covid-19.  Namun, jika upaya itu tidak didukung oleh masyarakat dengan vaksinasi dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, maka realisasi tentu akan sangat lambat.

Sementara itu, Bupati Suhatri Bur menyampaikan bahwa Padang Pariaman sekarang berada pada PPKM level II dengan realisasi vaksinasi COVID-19 sekitar 15,52 persen.

Meskipun Padang Pariaman dan sejumlah daerah lainnya di Sumbar sudah berada pada level II, namun untuk memasuki provinsi itu harus mengikuti tes usap PCR karena realisasi vaksinasi yang rendah.

“Bali itu masih berada level III tapi untuk masuk ke sana hanya perlu tes usap antigen, itu karena realisasi vaksinasinya lebih dari 80 persen,” ujar Suhatri Bur.

Sekaitan itu, lanjutnya pihaknya terus berupaya menyosialisasikan pentingnya vaksinasi serta menyelenggarakan vaksin massal untuk meningkatkan realisasinya. (darmansyah)