Tak Berkategori  

Jokowi Disinyalir Dapat Tekanan di Balik Megaproyek Kereta Cepat

 Polisi menjaga lokasi groundbreaking pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Bandung Barat, Jawa Barat (antara foto)
Polisi menjaga lokasi groundbreaking pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Bandung Barat, Jawa Barat (antara foto)

JAKARTA – Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, Arief Poyuono mensinyalir, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat tekanan dalam merealisasikan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang menelan dana USD 5,5 miliar melalui utang.

Ia menuding, tekanan itu datang dari seseorang berinisial OS sebagai orang yang membiayai saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu. “Inisialnya OS, dia ini keluarga salah satu pejabat pemerintah. OS ini juga dekat dengan Menteri BUMN,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/2).

Arief menambahkan, sebelumnya mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga pernah menyinggung soal keluarga pejabat yang ikut campur dalam proyek kereta cepat tersebut.

“SBY sudah benar bahwa ada keluarga pemerintah yang ikut proyek kereta cepat, saya sepakat dengan pernyataan Pak SBY,” tandas Arief.(aci)

okezone1