Tak Berkategori  

Kades Ngaku Beri Insentif untuk Kapolsek

Salim Kancil. (*)

SURABAYA – Kepala Desa Selok Awar-Awar, Lumajang, Jawa Timur, Har, mengungkap aliran dana proyek wisata alam di daerahnya yang berujung pada kasus tewasnya pegiat antitambang Salim Kancil, ke Kapolsek, Kanit Reskrim, dan Babinkamtibmas.

“Kami merasa polisi itu sebagai mitra dan kalau ada kejadian sering minta tolong malam-malam, karena itu wajar kalau saya memberi insentif. Itu saya berikan dengan ikhlas tanpa paksaan,” kata Har saat menjadi saksi dalam Sidang Disiplin Anggota Polri untuk tiga anggota Polri di Ruang Rapat Bidkeu SDM Mapolda Jatim, Senin (12/10).

Sidang disiplin yang dipimpin Wakapolres Lumajang Kompol Iswahab itu menghadirkan tiga oknum Polri terkait tewasnya pegiat antitambang Salim Kancil yakni AKP S (mantan Kapolsek Pasirian/Kasubagopsdal Polres Lumajang), Ipda SH (Kanit Reskrim Polsek), dan Aipda SP (Babinkamtibmas Pasirian).

Selain ketiga terperiksa dari anggota Polri itu, sidang disiplin yang digelar secara terbuka dengan agenda pemeriksaan saksi itu mendengarkan keterangan dari tiga saksi yakni Eko Aji (Kaur Pembangunan Desa Selok Awar-Awar), Har (Kades Selok Awar-Awar), dan Harmoko (pengurus alat berat di Desa Selok Awar-Awar). (*/lek)

Sumber: antara