Tak Berkategori  

Kadiv Humas Polri Sidak ke Bulog Sumbar, Stok Beras Cukup

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto berbincang dengan Kadivre Bulog Sumbar, Suharto Djabar, ketika mengunjungi gudang Bulog, Kamis (8/2) sore. (guspa caniago)

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto berbincang dengan Kadivre Bulog Sumbar, Suharto Djabar, ketika mengunjungi gudang Bulog, Kamis (8/2) sore. (guspa caniago)

PADANG – Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto mengingatkan Bulog Sumbar agar tidak menjual atau mengencer gula sebelum label standar nasional Indonesia (SNI) dikantongi. Sebab, saat ini Perum Bulog ditunjuk pemerintah sebagai produsen gula di Indonesia, termasuk Sumbar.

Itu disampaikan Setyo Wasito, ketika melakukan sidak ke gudang Bulog Sumbar, Mata Air, Padang, Kamis (8/2). Kunjungan jenderal bintang dua itu didampingi Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Syamsi, perwakilan Perum Bulog Pusat.

Diakui, untuk produsen gula, Perum Bulog baru ditunjuk pemerintah dan mudah-mudahan berjalan dengan baik.

Setyo yang juga Ketua Satgas Pangan Pusat mengatakan untuk wilayah Sumbar, stok beras mencukupi dan tidak ada masalah. Berdasarkan data dari Bulog, stok beras mencukupi hingga April mendatang.

“Untuk Sumbar tidak ada masalah, sudah cukup,”ujar Setyo.

Warga Sumbar mempunyai karakteristik berbeda, karena lebih menyukai produk lokal yang lebih terkenal, seperti beras IR dan Sokan. Untuk Bansos tetap didukung dari Jawa dan di gudang Bulog Sumbar mencukupi.

Apalagi petani Sumbar pada Maret mendatang akan panen secara sporadis, berbeda di Jawa dengan panen raya. Bahkan beras lokal juga di suplay ke Riau dan Jambi.

“Masalah pangan serta distribusi pupuk menjadi fokus Satgas Pangan. Diimbau agar masyarakat bisa melaporkan jika menemukan kekeliruan dan tidak sesuai aturan,” kata Setyo.

Kepala Divisi Regional Bulog Sumbar, Suharto Djabar mengatakan beras yang berada di gudang Bulog mencukupi dan tidak ada yang perlu dikawatirkan.

“Stok beras kita cukup,”ujar dia.
Menurut dia, tidak ada yang perlu dikawatirkan, semua persediaan cukup. Apalagi petani Sumbar pada Maret mendatang akan melakukan panen. (guspa)